IEDE NEWS

Jerman Kini Bersedia Membahas Uni Perbankan dan Jaminan Simpanan

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Jan Kolar / VUI Designer di Unsplash — Foto: Unsplash

Jerman kini bersedia melanjutkan negosiasi dengan negara-negara Uni Eropa mengenai pembentukan uni perbankan Eropa dan penerapan sistem jaminan simpanan Eropa. Ini merupakan konsesi penting dari Jerman, karena sebelumnya mereka menghalangi jaminan simpanan yang luas tersebut. Berlin ragu bahwa negara-negara dengan kondisi keuangan kuat akan lebih sering dan lebih banyak membantu negara-negara yang lemah.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menjelaskan proposal ini dalam surat yang dikirim ke surat kabar bisnis Financial Times. Ia menekankan bahwa membuka diri terhadap jaminan simpanan Eropa bukanlah "langkah kecil" bagi orang Jerman. Proposal tersebut kemungkinan besar juga akan dibahas hari ini dengan para menteri keuangan negara-negara zona euro.

Rencana Jerman ini merupakan versi yang lebih moderat dari proposal Komisi Eropa pada tahun 2017. Saat itu, rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan karena adanya penolakan dari bank-bank Jerman. Begitu pula di Belanda, tidak semua pihak menyetujui rencana tersebut.

Meski Jerman masih mengajukan banyak syarat, kerja sama yang lebih efektif (dan semacam wajib) antara bank-bank di negara-negara UE sudah menjadi keinginan banyak pemimpin UE selama bertahun-tahun. Pendekatan bahwa yang paling mampu harus memikul beban paling besar memang sering didengungkan oleh banyak politisi, namun negara-negara dengan kondisi keuangan sehat tetap enggan untuk membayar sebagian besar biayanya.

Menurut Scholz, langkah pertama adalah menetapkan aturan bersama untuk kasus-kasus di mana bank-bank mengalami masalah. Scholz berpendapat bahwa masalah pada sebuah bank harus terlebih dahulu ditangani oleh sistem jaminan simpanan nasional yang ada di negara bersangkutan. Baru jika itu tidak cukup, sistem jaminan Eropa dapat digunakan.

Bank-bank besar dari Republik Federal Jerman memberikan respons positif kali ini. “Waktu inisiatif ini dipilih dengan bijak,” kata CEO Commerzbank Martin Zielke. Menurutnya, kredit patut diberikan kepada calon presiden Komisi Eropa asal Jerman Ursula von der Leyen karena telah menghidupkan kembali perdebatan dan menetapkan arah baru.

Menteri Keuangan Belanda Wopke Hoekstra menyambut baik kesediaan Jerman dalam membangun sistem jaminan simpanan Eropa. Pembentukan sistem tersebut telah dibahas sejak akhir 2015 namun selama ini terutama terhambat oleh Jerman. Berlin khawatir harus menanggung konsekuensi dari kebijakan perbankan yang gagal di negara lain, terutama mengingat krisis sebelumnya di Yunani.

Bagi Jerman dan juga Belanda, penting bahwa bank-bank terlebih dahulu membersihkan neraca mereka dan pemerintah mengurangi risiko pinjaman macet. Belanda sudah lama menegaskan agar obligasi negara tidak dianggap sebagai investasi tanpa risiko. Hal ini sangat sensitif bagi negara seperti Italia, di mana banyak bank membeli obligasi negaranya sendiri.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait