IEDE NEWS

African Swine Fever Terus Meluas; Ekspor Babi Spanyol ke Cina Meningkat

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Suzanne Tucker di Unsplash — Foto: Unsplash

Menurut Kementerian Pertanian Spanyol, otoritas Tiongkok telah menyetujui delapan peternakan babi Spanyol lagi untuk memasok daging babi ke Tiongkok. Hal ini meningkatkan jumlah perusahaan di Spanyol yang diakui untuk ekspor daging babi ke Tiongkok menjadi 57. Setahun yang lalu, jumlah tersebut hanya 28.

Spanyol telah melampaui Jerman tahun lalu sebagai pemasok utama daging babi dari negara-negara ‘negara ketiga’ ke Tiongkok. Menurut data terkini dari departemen pertanian Spanyol, ekspor produk daging babi Spanyol ke Tiongkok pada 2019 mencapai total 1,13 miliar euro; meningkat 119 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Daging babi adalah produk utama ekspor pertanian Spanyol ke Tiongkok. Pada 2019, produk ini menyumbang 55 persen dari total ekspor pertanian ke Republik Rakyat, naik dari 36 persen pada tahun sebelumnya. Eksportir Jerman tahun lalu mengirimkan 323.134 ton daging babi ke Tiongkok. Pemasok Spanyol mengekspor 381.630 ton daging babi segar dalam periode yang sama. Setelah Spanyol, Jerman, dan Amerika Serikat, Denmark berada di posisi keempat dalam impor daging babi Tiongkok pada 2019.

Karena African Swine Fever telah memusnahkan hampir separuh anak babi dan babi dewasa di Tiongkok, pemerintah Tiongkok juga memutuskan awal bulan ini untuk mengimpor lebih banyak anak babi dan indukan. Langkah ini dimaksudkan untuk membangun kembali populasi babi domestik yang utuh. Beijing telah menetapkan prosedur penilaian khusus bagi pemasok asing.

Perlu dicatat, penyebaran African Swine Fever hampir mencapai Jerman. Menurut informasi dari Euronews, penyakit ini yang menyerang babi hutan maupun babi yang dipelihara, telah semakin mendekat ke Eropa dalam beberapa minggu terakhir. Di bagian barat Polandia, hanya berjarak sepuluh kilometer dari perbatasan Jerman, ditemukan mayat babi hutan yang terinfeksi dalam beberapa minggu terakhir. Babi hutan dapat menularkan penyakit ini ke babi domestik, tapi tidak ke manusia.

Menurut Euronews, tahun lalu hampir 35.000 babi dibasmi di timur laut Polandia, dan tahun ini 24.000 hewan telah dimusnahkan sebagai tindakan pencegahan. Untuk menghentikan penyebaran wabah babi ini, sebuah gugus tugas khusus dibentuk di Dresden, dekat perbatasan Polandia. Tujuannya adalah melindungi industri daging babi Jerman yang berkembang pesat. Oleh karena itu, diputuskan untuk mendirikan pagar sepanjang 130 kilometer.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait