IEDE NEWS

AS juga Tarik Pasukan Terakhir dari Front Turki di Suriah

Iede de VriesIede de Vries
Foto: Unsplash

Amerika Serikat menarik semua tentara Amerika yang tersisa dari utara Suriah. Presiden Trump telah memerintahkan hal ini. Ia ingin mencegah pasukan Khusus Amerika terlibat dalam pertempuran antara tentara Turki dan milisi Kurdi.

Situasi di front semakin memburuk setiap jamnya. Menurut Pentagon, situasi bagi tentara AS tidak dapat dipertahankan. Sebelumnya, AS telah menarik sejumlah kecil tentara dari kota Ain Issa. Kota tersebut telah dibom selama berhari-hari oleh pesawat tempur Turki.

Pasukan Kurdi sekarang melaporkan bahwa dari sebuah kamp di desa tersebut, setidaknya 785 orang telah melarikan diri. Mereka adalah kelompok perempuan dan anak-anak yang terkait dengan ISIS, serta sekitar seratus pejuang ISIS.

Menteri Pertahanan Amerika Esper mengatakan bahwa pasukan Amerika tidak dapat menghentikan serangan Turki dalam bentuk apapun. Saat ini sekitar 1000 tentara Amerika masih berada di seluruh Suriah, sebagian besar di utara negara itu. Kapan mereka akan pergi belum jelas.

Menurut Amerika Serikat, pejuang SDF yang dipimpin Kurdi kini mencari dukungan dari Rusia dan rezim Suriah. Mereka dilaporkan telah meminta bantuan untuk memukul mundur tentara Turki. Turki memiliki 15.000 tentara yang dikerahkan di perbatasan Suriah, yang mendapat dukungan dari udara.

Di tengah laporan mengenai korban tewas pertama, ada juga laporan mengenai kematian jurnalis Kurdi. Koresponden ANHA Seed Ehmed tewas setelah serangan tentara Turki terhadap sebuah konvoi sipil yang menuju Serêkaniyê. Empat jurnalis terluka, tiga di antaranya telah meninggal dunia.
Tiga jurnalis lainnya adalah koresponden ANF Ersin Çaksu dan jurnalis Bircan Yıldız serta Rojbin Ekinci.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait