IEDE NEWS

Belanda Juga Melarang Impor dari Wilayah Pendudukan di Israel

Iede de VriesIede de Vries
Mulai pertengahan September, Belanda memberlakukan larangan perdagangan produk dari pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Dengan demikian, Belanda bergabung dengan beberapa negara Uni Eropa lainnya, sementara larangan bersama secara Eropa masih belum terlaksana.
Belanda melarang impor barang dari pemukiman Israel di Tepi Barat dan Golan. — Foto: Pexels

Larangan Belanda berlaku untuk impor, pembelian, dan penjualan barang dari pemukiman Israel di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Juga penyediaan jasa yang memungkinkan perdagangan ini termasuk dalam sanksi baru tersebut. Upaya untuk menghindari langkah-langkah ini juga dilarang.

Den Haag awalnya menargetkan larangan impor bersama Uni Eropa. Namun, tidak ada dukungan yang cukup dalam Uni Eropa untuk itu. Beberapa negara anggota masih bersikap hati-hati, sehingga pendekatan bersama di tingkat Eropa untuk saat ini belum terwujud.

Melanggar hukum

Belanda dengan langkah ini bergabung dengan Irlandia, Belgia, dan Spanyol yang juga memberlakukan pembatasan perdagangan produk dari pemukiman Israel. Pada saat yang sama, banyak negara menyerukan agar segera dibuat aturan bersama di tingkat Eropa.

Promotion

Pemerintah Belanda menyatakan bahwa langkah ini bertujuan mencegah Belanda berkontribusi secara ekonomi pada situasi yang menurut hukum internasional tidak sah. Dengan demikian, kabinet ingin melaksanakan kewajiban internasionalnya.

Produk-produk yang terkena larangan meliputi produk pertanian seperti alpukat, kurma, jeruk, anggur, dan rempah segar. Anggur dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki juga masuk dalam pembatasan perdagangan baru ini.

Bahkan tidak secara tidak langsung

Sanksi ini tidak hanya berlaku untuk impor ke Belanda, tetapi juga untuk perusahaan Belanda yang berdagang dari luar negeri. Selain itu, perantara dan jasa komersial lain yang mendukung perdagangan Israel juga dilarang. Kebijakan ini pada prinsipnya berlaku untuk periode tiga tahun.

Menurut laporan dari organisasi non-pemerintah Global Echo, Belanda bertanggung jawab atas sekitar seper tiga ekspor produk pertanian dari pemukiman Israel dan hampir setengah dari total ekspor tersebut ke Uni Eropa.

Perusakan

Ketegangan di Tepi Barat yang diduduki meningkat akhir pekan ini. Pemukim Israel membakar dua masjid dan mobil serta melakukan perusakan di beberapa desa. Di Qusra, sebuah masjid yang sedang dibangun dilaporkan rusak dan dicorat-coret dengan grafiti.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion