IEDE NEWS

Belanda Tidak Lagi Mengimpor Satu Tetes Minyak Rusia

Iede de VriesIede de Vries
Setahun setelah dimulainya perang Rusia melawan Ukraina, hampir tidak ada energi Rusia yang masuk ke Belanda. Gas cair Rusia yang diangkut melalui kapal, bukan pipa, masih menjadi satu-satunya pengecualian. Sejak akhir tahun lalu, tidak ada lagi minyak mentah Rusia yang masuk ke Belanda, yang pada tahun 2022 masih sekitar 30%.

Pada saat pecahnya perang, negara-negara Uni Eropa sepakat untuk mengurangi impor energi Rusia secepat mungkin. Belanda telah berusaha mencegah kekurangan energi yang mengancam sedapat mungkin. Setelah sanksi awal pada batu bara dan minyak mentah, sanksi juga diterapkan pada produk minyak Rusia. Selain itu, hampir tidak ada gas Rusia yang masuk ke Belanda melalui jaringan pipa selama beberapa waktu.

Menteri Energi Rob Jetten (D66) mengatakan bahwa Belanda menetapkan tujuan untuk tidak lagi membiayai perang Rusia. Sebanyak 60% pendapatan negara Rusia berasal dari ekspor bahan bakar fosil.

“Kami terus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan gas saat ini. Misalnya dengan memudahkan impor LNG dari berbagai wilayah yang lebih beragam dan stabil, mengisi cadangan gas kami, serta mengorganisir pembelian gas bersama di Eropa dan menghemat energi,” ujar Jetten.

Kekurangan fisik di Belanda tidak diperkirakan dalam waktu dekat karena telah ada persediaan yang disimpan dan kilang minyak di Belanda sedang beralih ke minyak dari negara lain. Selain itu, menurut Menteri Jetten, Belanda memiliki cadangan strategis minyak dan produk minyak yang terkelola dengan baik.

Sudah sejak beberapa waktu lalu ada pengaturan impor pengganti dari Australia, Afrika Selatan, dan negara lain di kawasan Eropa Barat Laut untuk menutup celah yang muncul, sehingga pembangkit listrik tenaga batu bara di Belanda masih dapat menggantikan produksi pembangkit gas.

Untuk menjamin cukup gas juga pada musim dingin berikutnya, cadangan gas akan kembali diisi hingga minimal 90%. Ini mencukupi sekitar sepertiga dari konsumsi tahunan nasional, tetapi gas tersebut juga digunakan oleh negara Eropa lainnya. Selain itu, sedang dilakukan upaya untuk menambah kapasitas impor gas alam cair, setelah kapasitas tersebut berhasil digandakan tahun lalu.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait