IEDE NEWS

Koalisi di Latvia Jatuh karena Kontroversi Drone Ukraina

Iede de VriesIede de Vries
Pemerintahan koalisi sayap tengah-kiri Latvia jatuh setelah krisis terkait dua drone Ukraina yang pada awal Mei tidak jatuh di Rusia, melainkan di Latvia. Dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan pembicaraan mengenai upaya rekonsiliasi, atau mengenai penetapan pemilihan dini.
Pemerintahan Latvia jatuh setelah kontroversi tentang drone Ukraina di wilayahnya sendiri. — Foto: Ministru kabinets

Pemerintahan koalisi sayap tengah-kiri Latvia jatuh setelah krisis politik terkait dua drone Ukraina yang awal bulan ini tidak jatuh di Rusia melainkan di Latvia. Dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan pembicaraan mengenai upaya rekonsiliasi, atau mengenai penetapan pemilihan dini.

Perdana Menteri Latvia Evika Silina mengatakan bahwa dia mengundurkan diri karena cara pemerintahnya menangani masalah drone Ukraina yang jatuh di wilayah Latvia pekan lalu. Dia telah memberhentikan Menteri Pertahanan Andris Spruds (dari Partai Progresif kiri) karena tidak segera menggunakan sistem anti-drone untuk pertahanan udara. 

Termotivasi Secara Politik

Partai Progresif menganggap pemecatan tersebut bermotif politik dan segera menarik diri dengan tegas, sehingga Silina dan Partai Kesatuan Baru sayap tengah-kanannya kehilangan mayoritas parlemen, hanya beberapa bulan sebelum pemilihan umum yang dijadwalkan pada Oktober.

Promotion

"Saya mengundurkan diri, tetapi saya tidak menyerah," kata Silina, yang menunjukkan bahwa dia ingin tetap berperan aktif dalam politik Latvia meskipun pemerintahannya jatuh secara mendadak.

Ketidakpastian

Presiden Latvia Edgars Rinkevics diperkirakan akan mengadakan konsultasi dengan semua partai parlemen pada hari Jumat. Dalam konsultasi tersebut akan diputuskan apakah koalisi baru dapat dibentuk atau negara republik di Baltik ini menuju pemilihan dini sebelum pemilihan yang sudah dijadwalkan pada bulan Oktober.

Keputusan jatuhnya pemerintahan datang pada saat yang sangat sensitif bagi Latvia. Dengan pemilihan Oktober yang akan datang, pengunduran diri ini meninggalkan negara dalam fase ketidakpastian politik yang dapat memengaruhi keputusan penting terkait pengeluaran pertahanan dan kewajiban NATO, prioritas yang menjadi semakin mendesak karena perang yang terus berlangsung di negara tetangga Ukraina.

Perpecahan

Para analis mengatakan bahwa insiden drone, walaupun terbatas dalam skala, mengungkapkan perpecahan dalam koalisi terkait kebijakan keamanan dan akuntabilitas para menteri.

Bagi Silina, pengunduran diri ini merupakan kemunduran besar, walaupun kata perpisahannya menunjukkan bahwa ia mempersiapkan diri untuk kembali ketika warga Latvia memberikan suara akhir tahun ini.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion