IEDE NEWS

Corona-Alarm di China; Kini pada Makanan Beku Impor

Iede de VriesIede de Vries
Foto: Unsplash

Di China kembali ditemukan infeksi corona pada pangan; kali ini bukan pada makanan segar di pasar China, melainkan pada makanan beku impor.

Muncul kekhawatiran yang meningkat bahwa virus corona juga bisa menyebar melalui makanan beku. China melaporkan menemukan virus tersebut pada sayap ayam dari Brasil dan udang dari Ekuador.

Sayap ayam yang terkontaminasi virus ditemukan di kota Shenzhen, China bagian selatan. Sampel diambil dari permukaan daging tersebut. Tes pada orang-orang yang kontak dengan daging ayam itu semuanya menunjukkan hasil negatif.

Setelah ditemukan muatan daging ayam beku dari Brasil yang mengandung jejak virus corona, pemerintah China menghimbau warganya untuk berhati-hati dalam menangani makanan impor. Sebelumnya, partikel virus juga telah ditemukan pada udang beku dari Ekuador.

Semua kontainer makanan yang masuk ke China selalu diperiksa ketat sejak awal krisis corona. Media pemerintah China pada hari Rabu melaporkan virus corona ditemukan di provinsi timur Anhui pada kemasan udang beku dari Ekuador.

Sehari sebelumnya diumumkan bahwa virus ditemukan di kota pelabuhan Yantai, provinsi Shandong, pada kemasan buah laut impor. Setelah temuan serupa di pelabuhan Xiamen dan Dalian, China sudah menangguhkan impor tiga jenis udang dari Ekuador sejak Juli.

China mulai akhir Juni secara intensif memeriksa kontainer kapal berisi daging dan produk ikan dari luar negeri setelah wabah baru dilacak ke pasar makanan di Beijing, disertai kecurigaan bahwa makanan di gudang pendingin bisa menjadi sumber penyebaran. Impor daging dari berbagai negara, termasuk Brasil, Jerman, dan Belanda pun ditahan sejak saat itu.

Selandia Baru sedang menyelidiki kemungkinan hubungan dengan wabah baru-baru ini di Auckland. Wabah tersebut oleh pejabat pemerintah dikaitkan dengan produk makanan impor. Salah satu anggota keluarga dari klaster terinfeksi bekerja di gudang pendingin yang menyimpan makanan beku impor. Sepuluh dari empat belas kasus corona baru adalah karyawan gudang pendingin atau anggota keluarganya.

Virus bisa jadi mampu bertahan dalam makanan beku dalam batas tertentu. Daging dari Brasil dikirim melalui kapal dan memakan waktu beberapa minggu dalam perjalanan. Di ruang pendingin tersebut suhunya minus 20 derajat Celsius, cukup dingin untuk mencegah pembusukan makanan. Namun, virus tidak bertahan lama dan kehilangan banyak daya infeksinya pada suhu tersebut.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait