IEDE NEWS

Kepulauan Antillen Tidak Mampu Menampung Pengungsi Venezuela

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Kyle Glenn di Unsplash — Foto: Unsplash

Menurut Palang Merah Belanda Kruis, sangat dibutuhkan solusi kemanusiaan segera bagi warga Venezuela yang melarikan diri ke Aruba dan CuraƧao. Ribuan orang telah melarikan diri dari Venezuela dan kini tinggal di pulau-pulau tersebut, harus mencari makanan, tempat tinggal, atau obat-obatan sendiri. Orang-orang itu hidup dalam ketakutan terus-menerus; eksploitasi dan perdagangan manusia menjadi risiko besar, kata Palang Merah Belanda.

Situasi pengungsi Venezuela di Kepulauan Antillen Belanda sangat dramatis: menurut laporan terbaru dari Refugees International, ini adalah salah satu yang terburuk di wilayah tersebut. Sebuah delegasi dari organisasi bantuan mengunjungi pulau CuraƧao pada awal tahun ini. Mereka menyimpulkan bahwa CuraƧao tidak memberikan bentuk perlindungan apapun terhadap jumlah pengungsi Venezuela yang terus bertambah, seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Katholiek Weekblad.

Sejak awal kerusuhan di Venezuela, sekitar 56.000 orang telah menemukan jalan mereka ke pulau yang disebut kepulauan ABC (Aruba, Bonaire, dan CuraƧao), yang terdekat kurang dari 20 mil dari pantai Venezuela. Menurut Palang Merah, sebagian besar melarikan diri ke CuraƧao (25.000). Jumlah resmi tidak diketahui karena banyak yang bersembunyi karena takut ditangkap.

Palang Merah juga mengatakan bahwa pengungsi Venezuela kebanyakan sendirian. Hal ini meningkatkan risiko pelecehan, perdagangan manusia, dan prostitusi paksa. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai organisasi bantuan lain telah menyuarakan keprihatinan mereka tentang situasi bencana di Kepulauan Antillen Belanda, termasuk Caritas setempat yang menyediakan bantuan kemanusiaan atas nama gereja.

Menurut Caritas, masalah terbesar adalah tidak adanya kebijakan migrasi resmi. Ini terutama berlaku bagi warga Venezuela tanpa dokumen hukum. Setelah ditangkap, mereka dikurung di apa yang disebut 'barak pengungsi'.

Tidak ada hak untuk suaka di pulau-pulau tersebut. Sebagian besar orang tidak mendapat kesempatan untuk meminta perlindungan internasional. Alasannya adalah CuraƧao tidak pernah menandatangani Konvensi Pengungsi Jenewa dan tidak mengakui status pengungsi.

Semua orang Venezuela yang akhirnya ditangkap harus membeli tiket pulang mereka sendiri. Jika mereka tidak punya uang untuk itu, mereka tetap di penjara sampai keluarga atau teman bisa menyediakan uang tersebut. Jika tidak ada yang bisa, pemerintah dan konsulat diminta untuk membantu, sebuah proses yang memakan waktu berbulan-bulan.

Arus pengungsi merupakan tantangan besar bagi kepulauan ABC, terutama bagi CuraƧao dengan 160.000 penduduknya. Krisis di Venezuela memberikan dampak berat pada perekonomian. Penutupan kilang minyak di CuraƧao, yang disebabkan oleh situasi di Venezuela, merupakan pukulan berat bagi pulau itu dan menyebabkan peningkatan pengangguran. Saat ini, 26 persen penduduk menganggur dan pengangguran pemuda sekitar 40 persen. Para ahli mengatakan jelas bahwa CuraƧao tidak dapat menangani masuknya pengungsi sendirian.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait