IEDE NEWS

Kesepakatan Ekspor Gandum Melalui Laut Hitam Diperpanjang Empat Bulan

Iede de VriesIede de Vries
Kesepakatan tentang ekspor gandum melalui Laut Hitam diperpanjang selama 120 hari. Hal ini diputuskan pada Kamis pagi di Istanbul dalam pertemuan antara Perserikatan Bangsa-Bangsa, Turki, Rusia, dan Ukraina.

Turki dan PBB tetap bertanggung jawab atas pengawasan pengangkutan gandum dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina melalui Laut Hitam dan Selat Bosporus menuju Laut Mediterania.

Kepala PBB Guterres mengatakan bahwa dia sangat senang dengan kesepakatan perpanjangan kesepakatan gandum Laut Hitam selama empat bulan. Kesepakatan yang awalnya dicapai pada bulan Juli ini menciptakan koridor laut terlindungi di zona perang untuk ekspor dari tiga pelabuhan di Ukraina.

Presiden Ukraina Zelensky menginginkan kesepakatan permanen yang juga mencakup pelabuhan-pelabuhan lainnya, yaitu pelabuhan-pelabuhan di wilayah Mykolaiv. Hal ini akan diputuskan dalam empat bulan mendatang. "Sejak Juli, Ukraina telah mengekspor lebih dari 10 juta ton makanan melalui laut. Kami dapat meningkatkan ekspor dengan beberapa juta ton per bulan," ujarnya.

Di kota pelabuhan Konstanza, Rumania, minggu ini telah mulai digunakan instalasi bongkar muat terapung untuk langsung memindahkan gandum dan bahan mentah Ukraina dari kapal ke kapal.

Dengan dioperasikannya 'koridor Donau' ini, tidak lagi perlu mengangkut muatan dari Ukraina terlebih dahulu dengan truk ke Konstanza. Dengan begitu, periode bongkar muat yang kadang memakan waktu dua minggu dapat dipersingkat menjadi tiga hari.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait