IEDE NEWS

Ketua DBV yang Bisa Dipilih Kembali Rukwied Mengecam Koalisi Jerman

Iede de VriesIede de Vries
Ketua Joachim Rukwied dari Serikat Petani Jerman (DBV) menyatakan menentang aturan kesejahteraan hewan yang ketat yang diumumkan oleh pemerintah Jerman. Rukwied mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Rheinische Post bahwa undang-undang perlindungan hewan baru ini melampaui persyaratan Uni Eropa.
Afbeelding voor artikel: Herkiesbare DBV-chef Rukwied hekelt Duitse coalitie

“Ketidakpuasan belum hilang,” kata Rukwied menjelang Hari Petani Jerman di Cottbus. “Kita membutuhkan penataan ulang kebijakan pertanian, dan jika itu tidak terjadi, ketidakpuasan akan meningkat.”

Pada Hari Petani yang berlangsung Rabu dan Kamis di Cottbus, fokus utama adalah pada kerangka politik. Terutama tentang keringanan yang dijanjikan koalisi kiri-tengah Jerman (SPD, Hijau, FDP) kepada sektor ini sebagai kompensasi atas penghapusan secara bertahap bahan bakar diesel pertanian yang murah.

Rukwied memperingatkan kemungkinan protes jika pemerintah melanjutkan kebijakan saat ini. Dia merujuk pada protes petani sebelumnya terhadap aturan lingkungan dan menekankan bahwa keresahan di kalangan petani semakin meningkat. Menurutnya, banyak petani merasa tidak didengar dan kurang didukung oleh pemerintah. Ketua DBV ini menilai bahwa usulan saat ini lebih didasarkan pada politik simbolis daripada solusi praktis dan berkelanjutan.

Rukwied berargumen bahwa RUU dari Menteri BMEL Cem Özdemir (Hijau) untuk kesejahteraan hewan yang lebih baik adalah ‘tidak praktis dan berbahaya’. Pemerintah Jerman akan “mematikan lampu bagi peternak babi dengan aturan yang lebih ketat terkait ekor yang melengkung”. Hal ini bisa menyebabkan industri peternakan babi pindah ke luar negeri. “Dalam sepuluh tahun terakhir kami kehilangan sekitar 7,2 juta babi,” kata Rukwied.

Dalam wawancara tersebut, Rukwied juga mengumumkan bahwa ia akan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan sebagai ketua DBV.

Organisasi lingkungan mengkritik sikap DBV. Mereka menuduh serikat petani menggunakan standar ganda dengan satu sisi mendukung tujuan lingkungan dan kesejahteraan hewan, namun di sisi lain menghalangi hal tersebut dengan melobi menentang regulasi yang ketat.

Martin Kaiser dari Greenpeace Jerman menuduh DBV bersifat munafik. Ia mengatakan bahwa serikat petani tersebut di satu sisi ikut serta dalam komisi seperti "Zukunftskommission Landwirtschaft" dan membuat janji, tetapi di sisi lain secara aktif berupaya membatalkan janji-janji tersebut.

Kontroversi terkait sikap kritis DBV juga memiliki aspek politik. Dalam beberapa bulan terakhir terjadi ketegangan yang meningkat antara sektor pertanian dan pemerintah federal Jerman. Protes petani baru dapat memberi tekanan pada pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan, yang bisa menimbulkan perpecahan politik.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait