IEDE NEWS

Menteri Ukraina yang Digulingkan Ingin Pemilihan Juga Dilakukan Saat Perang

Iede de VriesIede de Vries
Menteri Pertahanan Ukraina yang digulingkan, Mykhailo Fedorov, ingin Ukraina dapat mengadakan pemilihan presiden meskipun sedang dalam keadaan perang. Demonstrasi untuk mendukung kembalinya dia masih terus berlangsung. Hal ini menempatkan mantan menteri yang populer tersebut dalam tantangan politik domestik penting bagi Presiden Zelenskyy.
Mantan Menteri Fedorov mengadvokasi pemilihan di Ukraina, meskipun perang dengan Rusia masih berlangsung. — Foto: pexels

Fedorov secara tegas memandang demokrasi sebagai sesuatu yang tetap diperlukan meskipun selama perang. Menurutnya, Rusia tidak boleh menentukan kapan warga Ukraina dapat memilih pemerintah mereka. Oleh karena itu, Ukraina harus mengembangkan sistem hukum yang aman dan realistis agar proses demokrasi dapat dilanjutkan meskipun perang berkepanjangan.

Penampilannya menjadi tantangan politik mencolok bagi Zelenskyy. Fedorov menyebut adanya "krisis pemerintahan sistemik" dan mengatakan bahwa rakyat tidak bisa terus hidup dalam situasi di mana mereka tidak mengerti alasan di balik suatu keputusan. Dia juga mengkritik korupsi di dalam pemerintahan yang menurutnya merugikan upaya perang.

Rumit

Salah satu kendala utama adalah situasi hukum saat ini. Undang-undang Ukraina tidak mengizinkan diadakannya pemilihan selama keadaan darurat militer diberlakukan. Fedorov juga mengakui bahwa pemilihan selama perang sangat rumit dan perlu ditemukan peraturan yang dapat diterapkan terlebih dahulu.

Promotion

Contohnya, para militer harus dapat benar-benar memberikan suara mereka. Hal yang sama berlaku menurut Fedorov bagi warga Ukraina yang tinggal di luar negeri dan penduduk wilayah dekat garis depan. Keamanan dan aksesibilitas oleh karena itu menjadi masalah utama yang harus diselesaikan sebelum pemilihan bisa dilangsungkan.

Demonstrasi

Fedorov dipecat secara tak terduga sebagai Menteri Pertahanan pada Juli, hanya sekitar enam bulan setelah pengangkatannya. Kepergiannya memicu protes di Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina. Ribuan demonstran menuntut antara lain kembalinya dia sebagai Menteri Pertahanan. Protes ini sudah berlangsung selama beberapa minggu.

Meskipun demonstrasi kehilangan sebagian kekuatan awalnya, pertemuan di Kyiv masih rutin dihadiri oleh beberapa ribu peserta. Setelah diberhentikan, Fedorov bisa saja menerima jabatan pemerintah lain, tetapi dia menolaknya. Dia hanya ingin kembali sebagai Menteri Pertahanan.

Seruan pemilihan dari Fedorov hampir bersamaan dengan keputusan Zelenskyy untuk menetapkan Yevhen Khmara secara permanen sebagai Menteri Pertahanan yang baru. Presiden meminta parlemen mengonfirmasi Khmara dalam jabatan tersebut. Ini semakin memperkecil kemungkinan kembalinya Fedorov ke kementeriannya yang lama.

Calon ?

Fedorov belum mengatakan secara pasti apakah dia berniat mencalonkan diri dalam pemilihan presiden kemungkinan yang akan datang. Menurut pernyataannya sendiri, seruannya adalah untuk mengembalikan proses pemilihan. Dia berpendapat bahwa Ukraina tidak bisa menunggu sampai Rusia menentukan kapan keadaan sudah tepat: demokrasi tidak boleh dijadikan sandera oleh Rusia.

Kantor Presiden Zelenskyy belum memberi respons langsung terhadap pidato tersebut. Fedorov sendiri tidak menginformasikan apakah ia berencana mencalonkan diri dalam pemilihan. Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa Fedorov bisa mengalahkan Zelenskyy pada putaran kedua pemilihan presiden. Dengan itu, seruan Fedorov untuk pemilihan menjadi tantangan politik langsung kepada Presiden Zelenskyy.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion