Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) telah memberi petani pertanian di AS izin untuk menggunakan persediaan tiga herbisida yang sudah dilarang hingga akhir bulan depan. Pengadilan federal minggu lalu melarang penjualan dan penggunaan tiga produk dicamba yang terdaftar, yakni Xtendimax, Engenia, dan FeXapan.
Berdasarkan keluhan dari organisasi konsumen dan petani organik, pengadilan menyimpulkan bahwa dalam uji EPA, beberapa risiko dicamba sama sekali tidak diteliti. Selain Bayer, Dicamba juga diproduksi oleh BASF dan pesaing Amerika Corteva. Produk mereka juga terkena putusan pengadilan tersebut.
Bayer menyatakan ketidaksetujuannya terhadap putusan itu dan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya. Perusahaan saat ini sedang berupaya mendapatkan persetujuan baru dari EPA untuk musim tanam 2021.
Badan Perlindungan Lingkungan AS menyetujui penggunaan herbisida ini pada tahun 2018 untuk jangka waktu dua tahun. Keputusan ini ditentang oleh beberapa organisasi lingkungan. Ketiga herbisida digunakan pada kedelai dan kapas hasil rekayasa genetika. Diketahui bahwa produk ini dapat terbawa angin setelah disemprot sehingga merusak tanaman di sekitarnya yang tidak tahan terhadap bahan kimia tersebut.
Larangan pengadilan menimbulkan kebingungan di kalangan petani saat mereka menyelesaikan penanaman. Amerika Serikat merupakan eksportir kedelai terbesar kedua, dan berbagai negara bagian menerapkan interpretasi yang berbeda sehingga menimbulkan potensi persaingan tidak sehat.
EPA kemudian menyatakan bahwa petani memiliki waktu hingga 31 Juli untuk memakai persediaan herbisida berbasis dicamba yang ada pada tanggal putusan pengadilan, 3 Juni.
Beberapa negara bagian pertanian di Midwest AS menyatakan akan mengizinkan penyemprotan dicamba setelah keputusan pengadilan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari EPA. Para penggugat dalam kasus ini justru menuntut agar penggunaan produk dicamba dihentikan segera.
Bayer memperkirakan sekitar 60% dari panen kedelai Amerika tahun ini akan ditanam dengan kedelai tahan dicamba Xtend milik Bayer. Tanaman tersebut harus disemprot untuk mengatasi gulma yang telah mengembangkan toleransi terhadap bahan kimia lain, glifosat.

