Sebuah kapal Rusia yang mampu memasang pipa minyak dan gas di dasar laut sedang dalam perjalanan melalui Laut Utara menuju perairan Denmark, kemungkinan untuk menyelesaikan pembangunan Nord Stream-2. Pembangunan pipa hampir selesai ini dihentikan tahun lalu di bawah ancaman sanksi Amerika Serikat.
Proyek ini sudah selesai lebih dari 90 persen dan masih harus dipasang sekitar 160 kilometer pipa di sekitar Laut Baltik dekat Denmark. Allseas, sebuah perusahaan lepas pantai Belanda-Swiss, sebelumnya mengoperasikan dua kapal penanam pipa besar dan beberapa kapal pendukung di Laut Baltik. Sekitar 1000 pekerja aktif di kapal-kapal tersebut. Menteri Energi Rusia, Aleksandr Novak, sebelumnya mengatakan bahwa penggunaan kapal penanam pipa Rusia Admiraal Chersky adalah salah satu opsi untuk menyelesaikan proyek ini.
Kapal penanam pipa ini meninggalkan pelabuhan Nakhodka di Timur Jauh Rusia pada bulan Februari, dua bulan setelah konsorsium internasional menghentikan pekerjaannya. Nord Stream 2 terdiri dari dua pipa paralel sepanjang 1230 kilometer yang membentang melalui Laut Baltik ke Jerman Utara. Pipa ini memiliki kapasitas 55 miliar meter kubik gas alam per tahun.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal tahun ini dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Angela Merkel bahwa dia memperkirakan Nord Stream 2 akan selesai paling lambat pada tahun 2021. Amerika Serikat menentang pembangunan Nord Stream 2 bagian utara tersebut dengan alasan proyek ini memperkuat pengaruh Rusia atas pasar energi Eropa Barat.
Negara-negara Eropa Barat seperti Belanda, Jerman, dan Austria, yang merupakan pemegang saham proyek Nord Stream Rusia, membantah hal tersebut. Selain itu, Kremlin nantinya bisa menghindari rute ekspor selatan saat ini melalui Ukraina, yang akan merugikan Kiev dari pendapatan penting. Selain itu, Ukraina tidak akan lagi bisa memutus ekspor Rusia ke Eropa Barat, atau mengancam untuk melakukannya…

