Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan kapal gandum pertama dapat berangkat dalam beberapa hari mendatang dari salah satu dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina, kemungkinan sudah pada hari Jumat. Kapal-kapal pertama diperkirakan telah dimuat.
Perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi kapal harus memastikan bahwa pengangkutan berlangsung dengan aman, tanpa risiko ranjau atau serangan rudal, tegas seorang juru bicara PBB. Kapal-kapal tersebut harus dapat bergerak dengan aman, artinya kita harus memiliki kejelasan mengenai jalur pelayaran yang ditentukan untuk mereka," tambahnya.
Di pelabuhan Ukraina, 25 juta ton gandum menunggu untuk diekspor, dan blokade Rusia telah menyebabkan kenaikan tajam harga pangan, memperburuk krisis pangan dunia yang menurut Program Pangan Dunia menyebabkan "kelaparan parah" pada sekitar 47 juta orang di seluruh dunia.
Seorang menteri Rusia meredam ekspektasi mengenai konvoi gandum pertama yang segera berangkat. Ia menunjuk bahwa telah disepakati agar semua pembatasan Barat terhadap perdagangan pangan Rusia juga dicabut, dan menurut Moskow hal itu belum terjadi.
Seorang juru bicara PBB di Pusat Koordinasi di Istanbul mengatakan bahwa kapal gandum di Turki akan diperiksa "untuk memastikan mereka tidak mengangkut barang selundupan atau senjata". Pemeriksaan ini kemungkinan akan dilakukan di area berlabuh di utara Bosporus, rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian.
Pada 22 Juli, Ukraina dan Rusia menandatangani dua "perjanjian cermin" terpisah dengan Turki dan PBB untuk membuka blokade ekspor gandum Ukraina melalui pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam.
Kapal pengangkut gandum akan dipandu oleh kapal perang Turki, dan angkatan laut Ukraina akan mengawal mereka melewati ladang ranjau di pelabuhan-pelabuhan Ukraina.

