IEDE NEWS

Selandia Baru Kekurangan Tenaga Kerja Asing untuk Panen

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Jed Owen di Unsplash — Foto: Unsplash

Di sektor pertanian Selandia Baru, kekurangan tenaga kerja akibat pandemi corona semakin memburuk; para petani khawatir tentang panen yang akan datang. Penyebabnya bukan tingginya jumlah kasus infeksi, melainkan peraturan ketat masuk dan karantina yang berlaku bagi pekerja asing yang datang.

Asosiasi petani nasional baru-baru ini memperingatkan tentang kekurangan staf yang signifikan yang mengancam penanaman tanaman ladang dan juga dapat menyebabkan kekurangan pakan ternak. Saat ini, produksi rumput silase terhambat oleh kurangnya tenaga kerja eksternal, sementara musim kekeringan mulai berlangsung.

Meski pemerintah Selandia Baru pada bulan September menyetujui kedatangan beberapa ratus pekerja terampil dan operator mesin dari Inggris dan Irlandia, hanya 58 orang yang akhirnya datang. Penyebab utamanya adalah kurangnya tempat di fasilitas karantina khusus. Hotel-hotel di Selandia Baru telah sepenuhnya disiapkan untuk pengunjung asing yang tiba.

Biasanya, pada waktu seperti ini banyak pekerja yang mendapatkan kontrak untuk memanen dan menyimpan hasil panen setelah panen gandum, tetapi hal ini dapat menjadi kendala jika tidak ada tindakan yang diambil. Selandia Baru sangat ketat dalam menerima orang asing yang tidak dikenal demi menghindari penularan corona. Sampai saat ini, negara tersebut telah melaporkan total hanya 1635 kasus.

Organisasi petani nasional mengatakan prospek panen yang akan datang menjanjikan, namun perekrutan pekerja musiman menjadi masalah besar. "Kami memperkirakan meskipun ada peningkatan signifikan dalam jumlah pekerja Selandia Baru yang bekerja, kami masih akan kekurangan sekitar 10.000 orang," kata ketua asosiasi Barry O’Neil.

Oleh karena itu, ia menyerukan pemerintah Selandia Baru untuk "segera membuka perbatasan" sehingga orang-orang dari negara-negara Pasifik yang bebas dari corona dapat datang memanen. Program ini telah berjalan dengan baik selama 13 tahun terakhir sebagai bagian dari program beberapa pemberi kerja musiman yang diakui.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait