IEDE NEWS

Swiss memiliki hutan pelindung terbanyak di Eropa

Iede de VriesIede de Vries
Foto: Shutterstock

Stok kayu di hutan-hutan Eropa telah meningkat lebih dari sepuluh miliar meter kubik kayu dalam tiga puluh tahun terakhir.

Akibatnya, penyimpanan karbon di alam Eropa juga meningkat. Uni Eropa berupaya dalam kebijakan iklim Green Deal baru untuk mendorong penanaman pohon dan pembentukan hutan baru.

Swiss memiliki pohon terbanyak di benua Eropa, seperti yang terungkap dalam edisi baru laporan “State of Europe’s Forests 2020”. Namun, Swiss juga menghasilkan banyak polusi udara berupa nitrogen dari pembakaran bahan bakar, industri, transportasi, dan pertanian.

Di Swiss selatan, tingkat ozon mencapai rekor tertinggi, seperti diumumkan oleh Research Institute for Forests, Snow and Landscape (WSL) dalam laporan yang diterbitkan setiap lima tahun ini. Selain itu, 24 spesies mamalia dan 22 spesies burung hutan terancam punah di hutan-hutan Swiss.

Para penulis mengaitkan peningkatan stok kayu di Eropa pada berbagai faktor, seperti harga jual kayu yang lebih rendah dan meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya hutan yang utuh.

Namun, para penulis juga menunjukkan bahwa kualitas hutan umumnya memburuk. Penyebab utamanya adalah hama, penyakit, kebakaran, dan badai.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait