IEDE NEWS

Ukraina Meminta G20 Memboikot Putin Setelah Blokade Gandum Baru

Iede de VriesIede de Vries

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut keputusan Rusia untuk membatalkan kesepakatan gandum dengan Ukraina sebagai “memalukan”. Biden mengatakan tidak ada alasan sama sekali untuk melakukan itu.

Moskow mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka keluar dari kesepakatan tersebut sebagai respons terhadap serangan drone pada kapal-kapal Rusia di pelabuhan Laut Hitam di Krimea.

Kesepakatan gandum antara Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dicapai pada Juli setelah negosiasi panjang. Kesepakatan ini bertujuan memungkinkan jutaan ton gandum yang terblokir di pelabuhan Ukraina dapat diekspor untuk mengatasi kekurangan di pasar dunia. Kesepakatan ini dianggap sangat penting untuk pasokan pangan di negara-negara termiskin.

Karena blokade yang diperbarui ini, Presiden Ukraina Zelensky menyerukan agar Rusia dikeluarkan dari G20. Negara-negara miskin bisa menderita akibat memburuknya krisis pangan yang sengaja disebabkan oleh Rusia, kata Zelensky.

KTT G20 berikutnya akan berlangsung pertengahan November di Pulau Bali, Indonesia. Menurut Kremlin, belum diputuskan apakah Presiden Rusia Vladimir Putin akan menghadirinya.

Rusia membenarkan penarikan diri dari kesepakatan tersebut dengan menyebut serangan drone terhadap kapal-kapal Armada Laut Hitam di Sevastopol pada hari Sabtu, yang dianggap sebagai kesalahan Ukraina. Moskow menyebutnya sebagai tindakan teroris. 

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait