Komisi Eropa seperti yang diharapkan telah memblokir keputusan pemerintahan Austria untuk melarang total penggunaan glyphosate dalam pertanian dan berkebun.
Austria sebelumnya telah mengumumkan niat tersebut kepada Brussel. Komisi dengan tegas menyatakan bahwa undang-undang semacam itu tidak sesuai dengan hukum Uni Eropa yang berlaku.
Keputusan UE ini menempatkan koalisi Austria yang terdiri dari partai konservatif ÖVP dan Partai Hijau dalam posisi sulit. Menteri Pertanian Elisabeth Köstinger (ÖVP) sebelumnya sudah mengisyaratkan kemungkinan blokade dari UE, tetapi oposisi SPÖ dan partai pemerintah Hijau ingin mempertahankan larangan yang direncanakan tersebut, meskipun Brussel memberikan nasihat negatif. Menurut UE, tidak ada masalah khusus di Austria yang dapat membenarkan larangan terhadap glyphosate dalam pestisida.
Pernyataan UE memiliki efek penangguhan, dan proses ini sekarang diperpanjang selama tiga bulan. Austria diminta untuk mempertimbangkan komentar-komentar dari Komisi. "Setelah umpan balik dari Komisi Eropa, jelas bahwa permohonan ini bertentangan dengan hukum Eropa," kata kementerian Pertanian Austria. Komisi juga merujuk pada proses yang sedang berlangsung untuk menilai kembali izin glyphosate.
Glyphosate kontroversial karena bahan aktif ini banyak digunakan dalam RoundUp, yang menurut para ilmuwan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat menyebabkan kanker. Namun, ada pihak yang mengatakan hal itu belum terbukti. Itu juga menjadi alasan Komisi Eropa untuk memperpanjang izin yang diberikan sebelumnya.
Saat ini penelitian penggunaan secara ilmiah sedang dilakukan di empat negara UE, termasuk Belanda, yang akan menjadi dasar bagi UE untuk membuat keputusan tahun depan.
Sebuah konsorsium dari berbagai produsen pestisida mengajukan permohonan untuk perpanjangan pengesahan glyphosate pada akhir tahun lalu. Izin penggunaan herbisida ini sebelumnya diputuskan di UE hingga akhir 2022, dan oleh karena itu “Glyphosate Renewal Group” berusaha untuk terus menggunakan produk tersebut setelah itu.

