IEDE NEWS

Uni Eropa Kembali Menyelidiki Apa yang Google Lakukan dengan Data demi Keuntungan Sendiri

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Panos Sakalakis di Unsplash — Foto: Unsplash

Otoritas persaingan Uni Eropa kembali melakukan penyelidikan terhadap Google. Kali ini penyelidikan berfokus pada pengumpulan data oleh raksasa internet tersebut.

Sebelumnya, Brussels telah menjatuhkan denda besar karena kebijakan periklanan yang dianggap tidak sah. Denda sekitar 1,543 miliar euro itu menurut Komisi Eropa merupakan respons atas penyalahgunaan dominasi Google di pasar iklan. Pesaing disebutkan telah dicegah untuk memasang iklan di situs tertentu.

Komisi Eropa saat ini sedang mencari informasi tentang bagaimana Google mengumpulkan dan menggunakan data pengguna. Komisi telah mengirimkan kuesioner sebagai bagian dari penyelidikan awal terhadap praktik Google. Penyelidikan awal ini masih berlangsung, demikian pernyataan dari Komisi.

Google menyatakan bahwa data digunakan untuk meningkatkan layanan. Perusahaan juga menekankan bahwa data tersebut dapat dihapus, dipindahkan, atau dikelola oleh pengguna kapan saja. Jika Google menggunakan data untuk tujuan komersial tetapi tidak menyediakan kepada perusahaan lain, hal ini dapat bertentangan dengan hukum antimonopoli atau aturan persaingan Uni Eropa.

Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat juga melakukan penyelidikan terhadap beberapa raksasa teknologi, termasuk Google, Apple, Amazon, dan Facebook. Penyelidikan ini juga berfokus pada persaingan, dilakukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Secara total, jumlah denda yang harus dibayar Google kepada Uni Eropa kini mencapai sekitar 9 miliar dolar AS, atau sekitar 8,172 miliar euro.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait