IEDE NEWS

Tiga Perempat Makanan Anak di Toko Buruk bagi Kesehatan

Iede de VriesIede de Vries

Hampir tiga perempat dari semua produk makanan yang ditujukan untuk anak-anak di rak supermarket ternyata buruk bagi kesehatan mereka, kata UNICEF dalam laporan yang diterbitkan Selasa.

UNICEF meninjau lebih dari 2.000 produk untuk anak-anak, termasuk sereal sarapan, makanan penutup, dan minuman, untuk melihat apakah produk tersebut sesuai dengan rekomendasi pemerintah tentang makanan sehat. 

Kebanyakan produk ditemukan mengandung terlalu banyak kalori, garam, gula, dan lemak jenuh atau rendah serat. UNICEF juga menemukan bahwa supermarket 'tidak menunjukkan pengekangan' dalam mempromosikan produk yang tidak sehat untuk anak-anak, khususnya melalui penggunaan karakter kartun populer dalam iklan dan pajangan mereka. 

Promotion

Sekitar 16% anak-anak dan remaja di Belanda mengalami kelebihan berat badan dan 3% dianggap obesitas. Dari makanan yang ditujukan untuk bayi dan balita, hanya sepertiga yang memenuhi pedoman, menurut para peneliti. Hanya satu dari 39 jenis sereal sarapan yang ditemukan baik untuk anak-anak, dan dari 865 produk roti yang ditujukan untuk anak-anak, sebanyak 829 tidak sehat. Tidak ada makanan penutup yang memenuhi rekomendasi diet. 

Ini adalah pertama kalinya produk Belanda yang ditujukan untuk anak-anak diperiksa dalam skala sebesar ini. 'Bahwa tiga perempat produk tidak memenuhi standar gizi yang direkomendasikan sangat mengejutkan,' kata direktur UNICEF Belanda, Suzanna Laszlo, kepada Algemeen Dagblad.

'Banyak anak makan terlalu banyak apa yang tidak mereka butuhkan dan terlalu sedikit apa yang mereka butuhkan. Hal ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan diabetes.' Laszlo berharap laporan ini dapat mengubah kebijakan pemerintah dan kebijakan supermarket. 

Organisasi supermarket CBL menanggapi laporan UNICEF dengan menyebutnya 'terlalu negatif'. 'Seorang anak tidak ingin lahir di negara yang lebih baik dari Belanda, di mana makanan sehat, beragam, dan aman,' kata direktur CBL, Marc Jansen, kepada NRC.

'Apakah supermarket harus berubah menjadi penjual sayur ataukah kita serahkan keputusan pada orang tua? Saya rasa UNICEF terlalu jauh jika mengatakan hak anak dilanggar oleh penjualan produk yang diizinkan secara legal.' 

Pusat industri makanan CBL juga mengkritik pedoman makanan sehat karena dinilai 'terlalu ketat' dan mengatakan bahwa promosi menggunakan karakter kartun hampir dihentikan, meskipun UNICEF menemukan penggunaan karakter ini pada materi promosi sebanyak 25% produk. Supermarket juga sedang berusaha mengurangi kandungan garam dan gula, tambah Jansen.

Pedoman CBL didasarkan pada lima kelompok makanan utama, piramida makanan, dan masyarakat dianjurkan untuk banyak mengonsumsi buah, sayur, dan produk gandum utuh. Konsumsi daging harus dikurangi dan diganti dengan polong-polongan, kacang-kacangan, telur, atau tahu, menurut CBL.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion