Anggota Parlemen Eropa asal Belanda memberikan suara sangat terpecah atas paket besar usulan perubahan untuk strategi pangan Eropa baru, dari petani ke meja makan (F2F). Bagi Belanda, strategi ini akan berdampak pada emisi nitrogen, yang merupakan yang tertinggi di Eropa karena besarnya jumlah ternak.
Hanya Jan Huitema (VVD), Mohammed Chahim (PvdA) dan Anja Hazenkamp (PvdD) yang memberikan suara mendukung. Dua anggota CDA, Esther de Lange dan Annie Schreijer-Pierik, memilih abstain, sedangkan Rob Rooken (FvD) dan Bert-Jan Ruissen (SGP) memberikan suara menolak.
Strategi Dari Petani ke Meja Makan mengajukan rencana untuk mengurangi jejak ternak, serta meningkatkan proporsi pertanian organik. Penggunaan pupuk buatan dan pestisida juga akan dikurangi.
Promotion
Jan Huitema (VVD, Renew Europe) mengatakan bahwa dalam rencana awal belum cukup mempertimbangkan praktik petani. “Oleh karena itu saya senang bahwa berkat kontribusi saya terhadap laporan ini, sinyal yang jelas disampaikan kepada Komisi Eropa. Kita harus memberi ruang bagi keragaman pelaku agribisnis, fokus pada inovasi, dan menetapkan regulasi berdasarkan ilmu pengetahuan,” ujar Huitema.
Mohammed Chahim dari PvdA Belanda menyebut promosi pertanian organik sebagai perkembangan yang baik. Penting untuk membantu petani mencapai keberlanjutan, serta mempromosikan dan memberi penghargaan terhadap hal ini.
Chahim menganggap penting bahwa strategi Dari Petani ke Meja Makan memperhatikan dengan cukup petani kecil. Dalam sistem saat ini, menurut dia, mereka tidak bisa menjual produk mereka di pasar lokal karena rantai pasokan saat ini sangat terdistorsi. Rantai supermarket besar menjadi kaya dari produk-produk petani.
Strategi ini menawarkan perlindungan lebih baik terhadap produk mereka dan mendorong penjualan produk lokal dan organik. Chahim berkata: “Ungkapan ‘apa yang tidak dikenal petani, itu tidak ia makan’ berlaku bagi kita semua. Jika Anda tahu dari mana susu berasal, rasanya akan jauh lebih enak.”
Selain itu, pekan lalu komisi pertanian AGRI menyetujui dengan suara mayoritas besar tiga regulasi baru yang bersama-sama akan membentuk kebijakan pertanian bersama yang baru.
Dalam pemungutan suara ternyata fraksi sayap kanan konservatif (ECR dan ID) serta oposisi sayap kiri radikal (GUE/NGL) mendukung rencana tersebut, sementara kaum liberal (Renew) dan kristendemokrat (EVP) juga sebagian besar memberikan suara mendukung. Partai Hijau memilih menolak, sedangkan sosiodemokrat (S&D) terpecah suara. Pada November nanti akan dilakukan pemungutan suara akhir pada sidang pleno Parlemen Eropa secara keseluruhan.
Teks tersebut diperkirakan akan disetujui oleh sidang pleno Parlemen, kemungkinan pada sesi November nanti.

