IEDE NEWS

EVP di Parlemen Eropa Ingin Penundaan Tiga Berkas Besar Pertanian

Iede de VriesIede de Vries
Fraksi EVP/CDA di Parlemen Eropa menolak dua usulan dari Komisi Eropa untuk pemulihan alam dan pengurangan bahan kimia dalam pertanian. Hal ini terungkap dalam sebuah resolusi setelah pertemuan puncak partai politik dua hari EVP di Munich.
Rapat Komite EK – Pertukaran pandangan dengan Valdis DOMBROVSKIS, Wakil Presiden Eksekutif untuk Ekonomi yang Bekerja bagi Masyarakat, dan Paolo GENTILONI, Komisaris Ekonomi mengenai dampak ekonomi dan respons terhadap wabah COVID-19

Partai Kristen Demokrat menyebut usulan tersebut sebagai ancaman bagi produksi pangan dan pendapatan petani. Sangat tidak biasa bagi sebuah fraksi untuk menolak usulan sejak awal, tanpa berunding dengan Komisaris Uni Eropa mengenai kemungkinan penyesuaian atau kompromi.

EVP berpendapat bahwa para Komisaris Sinkevicius (Lingkungan), Timmermans (Iklim) dan Kyriakides (Keamanan Pangan) harus membawa usulan mereka 'kembali ke meja gambar'. Sebelumnya, para politikus EVP di komisi pertanian AGRI juga menyatakan bahwa mereka tidak akan mendukung usulan pengurangan emisi dari peternakan (RIE) yang sedang dipersiapkan.

Pemimpin fraksi EVP Manfred Weber (CDU/CSU) dan wakil ketua fraksi Esther de Lange (CDA) akan mengajukan usulan mereka pada hari Rabu di Strasbourg dalam debat besar pertanian dengan Komisi Eropa dan Kepresidenan Uni Eropa mengenai kebijakan pertanian 'hijau' masa depan.

Dengan demikian mereka mengambil posisi yang berseberangan secara langsung dengan arah Komisi Eropa yang dipimpin oleh sesama anggota partai mereka Ursula von der Leyen. Penolakan terhadap tiga undang-undang Green Deal ini secara umum dipandang sebagai pembukaan kampanye EVP untuk pemilihan parlemen Eropa berikutnya pada Mei tahun depan.

Menurut pernyataan penutup dari pertemuan puncak EVP, Parlemen Eropa yang akan terpilih setelah 2024 akan memutuskan mengenai kebijakan pertanian GLB baru setelah 2027. Dana pertanian menurut EVP harus setidaknya disesuaikan setiap tahun dengan inflasi.

Dengan menolak tiga dokumen penentu arah tersebut, EVP dapat mencoba merebut kembali sebagian dukungan pemilih yang hilang di kalangan petani di banyak negara Uni Eropa. Di Jerman, partai Kristen Demokrat kini berada di posisi oposisi setelah mengalami kerugian besar dalam pemilu.

"EVP selalu memberikan kritik tajam terhadap usulan ini dan terutama cara Komisi berupaya mewujudkannya," kata Esther de Lange dari CDA Belanda baru-baru ini. Namun dengan amandemen ini EVP mengambil langkah besar: 'Dalam 16 tahun saya berada di Parlemen Eropa, saya belum pernah menolak suatu usulan sejak awal,' ujar De Lange. Partainya baru-baru ini mengalami kekalahan besar dari BoerBurgerBeweging dalam pemilihan provinsi di Belanda.

Kebijakan pertanian Eropa secara tradisional adalah benteng EVP di komisi pertanian AGRI, namun sejak 2019 banyak pilihan kebijakan dipindahkan ke komisi lingkungan ENVI akibat pengaturan ulang tugas dan kewenangan. Komisioner Pertanian yang dahulu sangat berpengaruh kini juga harus berbagi sebagian kewenangannya dengan Komisaris Iklim, Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati.

Untuk menunda ketiga usulan itu melewati pemilu ('ditunda berkepanjangan'), anggota EVP membutuhkan dukungan dari sejumlah besar ‘disiden’ dalam fraksi liberal RENEW. Mereka sebelumnya membantu EVP memenangkan suara mayoritas dalam pemilu di Strasbourg pro-AGRI dan anti-ENVI, bersama fraksi kanan-konservatif ECR / SGP. Belum pasti apakah para liberal sekarang mau terseret ke dalam dinamika politik EVP.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait