Para koordinator kelompok dari empat fraksi terbesar juga menyetujui paket tugas Green Deal dari Komisaris Slowakia Maros Sefcovic. Pemungutan suara pleno akan berlangsung pada hari Kamis.
Hoekstra dan Sefcovic harus menuliskan komitmen lisan yang mereka buat dalam wawancara seleksi. Terutama Sefcovic harus menjelaskan bagaimana dan kapan ia akan menerapkan undang-undang Green Deal yang masih tersisa dari pendahulunya Frans Timmermans.
Sebagian dari aturan tersebut akan diajukan Sefcovic ke Parlemen Eropa dalam waktu dekat, sementara sebagian lainnya belum. Ini merupakan kompromi antara sosialis dan partai Hijau di satu sisi, dan partai Kristen Demokrat serta konservatif di sisi lain. Dengan demikian, Hoekstra dan Sefcovic juga menetapkan bahwa Green Deal dan kebijakan iklim UE pada dasarnya akan tetap dipegang teguh.
Karena kompromi politik ini, peraturan baru tentang Kesejahteraan Hewan hanya akan membatasi durasi pengangkutan hewan. Larangan yang sebelumnya diumumkan untuk memelihara hewan dalam kandang dan pembunuhan anak ayam sehari tampaknya masih ditangguhkan untuk saat ini.
Selain itu, disetujui pula penundaan rencana revisi penggunaan bahan kimia dalam pertanian serta kebijakan pangan yang berkelanjutan. Hal ini membuka ruang bagi ‘dialog strategis’ yang dijanjikan Ketua Komisi Ursula von der Leyen kepada para petani.
Akibatnya, petisi rakyat ‘Selamatkan Lebah’ dengan lebih dari satu juta tanda tangan untuk larangan bahan kimia dalam pertanian juga belum mendapat tanggapan.
Dalam kompromi tersebut, tuntutan dari partai Hijau untuk target iklim UE yang mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar minimal 90% juga dipenuhi. Hoekstra harus berupaya di tingkat dunia untuk menetapkan tanggal akhir penggunaan bahan bakar fosil.
Semua janji ini memastikan UE tetap menjadi pelopor iklim dan dapat menyampaikan ambisi itu dengan kredibel secara global. Komisi kini telah berkomitmen pada agenda hijau yang sangat ambisius, demikian suara yang terdengar.

