Dengan 543 suara setuju, 45 suara menolak, dan 27 abstain, Parlemen Eropa menyetujui arahan yang sebelumnya telah disepakati bersama negara-negara Uni Eropa. Hukuman minimum bersama akan diberlakukan dan penegakan sanksi akan disamakan sepenuhnya.
Hingga saat ini, negara-negara Uni Eropa harus melakukan hal itu secara mandiri, sehingga satu negara anggota memberikan hukuman yang lebih tinggi sementara yang lain lebih rendah. Hal ini menyebabkan adanya ‘forumshopping’, di mana para pedagang dan eksportir beroperasi dari negara-negara Uni Eropa dengan peluang tertangkap dan hukuman terendah.
Sanksi dan denda Uni Eropa dapat berupa pembekuan dana di bank dan aset perusahaan (termasuk aset kripto), larangan bepergian, embargo senjata, serta pembatasan untuk seluruh sektor bisnis. Meskipun sanksi ditetapkan di tingkat Uni Eropa, penegakannya akan dilaksanakan oleh negara-negara Uni Eropa secara nasional.
Undang-undang baru ini mencakup definisi pelanggaran seperti mentransfer uang kepada individu yang dikenai sanksi, atau berbisnis dengan perusahaan milik negara dari negara yang dikenai sanksi. Memberikan layanan (keuangan atau hukum) yang bertentangan dengan sanksi juga akan dianggap sebagai pelanggaran pidana.
Anggota Parlemen Eropa asal Belanda, Sophie in 't Veld, yang menjadi pelapor untuk undang-undang ini, memandang ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan efektivitas tiga belas paket sanksi Uni Eropa terhadap Rusia yang telah diadopsi.
"Oligarki Rusia masih menemukan celah-celah di Uni Eropa. Masih ada cara untuk menghindari sanksi dan menghasilkan jutaan euro, dengan mengorbankan rakyat Ukraina yang berjuang di parit atau terjaga karena alarm udara. Celah tersebut akan selalu ada, tetapi menyediakan akses terhadap celah itu oleh pengacara dan penyedia layanan keuangan kini menjadi tindak pidana di seluruh Uni Eropa."
Para hakim nantinya dapat menjatuhkan hukuman penjara hingga lima tahun dan denda besar. Untuk hal ini, negara anggota Uni Eropa dapat memilih apakah seorang hakim dapat menghukum berdasarkan persentase dari omzet tahunan global perusahaan atau berdasarkan jumlah maksimum mutlak.

