IEDE NEWS

Nelayan Ingin Ganti Rugi Jika Mereka Harus Mengalah untuk Kincir Angin

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Dan Meyers di UnsplashFoto: Unsplash

Tidak hanya untuk pemasangan kincir angin baru di darat, tetapi juga untuk pembangunan taman kincir angin baru di laut diperlukan penilaian dampak lingkungan. Pembangunan taman kincir angin besar dapat berdampak negatif pada kehidupan di laut dan pada sektor perikanan.

Parlemen Eropa memberikan peringatan ini dalam sebuah laporan dari Anggota Parlemen Eropa asal Belanda, Peter van Dalen (ChristenUnie). Laporannya disetujui dengan 512 suara mendukung, 21 menentang, dan 159 abstain.

Kincir angin baru di laut tidak boleh mengganggu perikanan dan nelayan harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan sebelum pembangunan dimulai. Selain itu, negara-negara UE harus menjamin bahwa taman kincir angin hanya dibangun di jarak yang luas dari daerah penangkapan ikan. Jika perikanan mengalami kerugian akibat taman energi di laut, harus ada kompensasi untuk para nelayan yang terdampak.

Selama 25 tahun ke depan, ruang di laut yang digunakan untuk kincir angin harus lima belas kali lipat lebih banyak dari saat ini. Delapan puluh persen dari seluruh kapal nelayan di UE adalah perikanan berskala kecil, dengan kapal-kapal kecil yang beroperasi dekat pantai. Mereka terutama berlayar di perairan pesisir tempat banyak turbin baru direncanakan.

Pembangunan taman kincir angin baru di laut juga dapat berdampak negatif pada kehidupan di laut. Untuk mengurangi risiko ini, penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai dampak negatif terhadap dasar laut, baik selama pembangunan maupun saat penggunaan kincir angin. Setelah beberapa dekade, kincir angin tersebut harus diganti atau dihentikan. Dalam kedua kasus ini, penelitian harus dilakukan mengenai dampak yang mungkin terjadi.

Karena nantinya 85 persen dari taman kincir angin di laut akan berada di laut utara Uni Eropa, kerjasama yang baik dengan Inggris Raya sangat diperlukan. Ini mencakup turbin di Laut Utara dan Samudra Atlantik Utara. Oleh karena itu, Parlemen Eropa menginginkan Komisi Eropa membuat kesepakatan yang baik dengan London.

"Nelayan adalah pengguna tertua laut dan karena itu harus ada kerjasama nyata dengan mereka jika taman kincir angin dibangun di laut," kata Anggota Parlemen Eropa asal Belanda Peter van Dalen (ChristenUnie). Ia membela kepentingan para nelayan. "Nelayan mencari nafkah di atas air dan karena itu adalah hal yang sangat masuk akal bahwa sektor ini mendapat suara menentukan dalam bentuk partisipasi. Ini lebih dari sekadar 'konsultasi'.

Perikanan sendiri juga dapat mempertimbangkan penggunaan bentuk energi baru, menurut para Anggota Parlemen Eropa. Taman kincir angin terapung, hidrogen terbarukan, serta energi angin dan surya dapat digunakan di beberapa tempat di sektor perikanan.

Selain itu, perlu dipikirkan tentang penggabungan taman kincir angin di laut dengan kawasan konservasi laut yang dilindungi. Laut Eropa saat ini sudah memiliki 110 taman kincir angin dengan lebih dari lima ribu turbin. Pada tahun 2050, ruang di laut yang digunakan untuk turbin harus lima belas kali lipat dari yang ada saat ini.

Dalam laporan tersebut ditekankan bahwa nelayan harus mendapatkan kewenangan yang nyata, “lebih dari sekadar sedikit konsultasi,” kata Van Dalen dalam konferensi pers di Strasbourg.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait