Komisi Lingkungan (ENVI) dan komisi urusan ekonomi (ECON) dari Parlemen Eropa menentang cara Komisi Eropa berupaya mengkategorikan energi nuklir dan gas sebagai energi berkelanjutan.
Dalam sebuah surat kepada Komisi Eropa, para ketua kedua komisi anggota Parlemen Eropa tersebut menyatakan keberatan atas cara pelaksanaan yang kurang jelas dari undang-undang taksonomi yang dikenal. Pada hari terakhir tahun lalu, para komisaris Uni Eropa untuk Iklim, Energi, Pajak, dan Urusan Ekonomi mengumumkan bahwa energi nuklir dan gas bumi dapat dikategorikan sebagai ramah lingkungan dengan ketentuan tertentu.
Ketua Bas Eickhout (GroenLinks) dari Komisi Lingkungan berpendapat bahwa Parlemen Eropa perlu menarik rem darurat sebelum para komisaris Uni Eropa mengambil langkah lebih lanjut.
Menurut Eickhout, Komisi Eropa telah menyiapkan keputusan kontroversial ini melalui pembicaraan tertutup dengan para pemimpin pemerintahan Eropa. Keputusan taksonomi menetapkan investasi mana yang dapat dikategorikan sebagai 'ramah iklim' dan 'berkelanjutan'. Untuk investasi yang tidak memenuhi kriteria tersebut, subsidi Uni Eropa tidak boleh lagi diberikan.
Dalam praktiknya, ini berarti pada akhirnya akan mengakhiri subsidi pemerintah untuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan pembangkit listrik yang berbahan bakar gas alam. Selain itu, pemerintah yang menginvestasikan dana mereka sendiri dalam pembangkit nuklir dapat bertentangan dengan taksonomi Eropa.
Kedua komisi Parlemen Eropa tersebut meminta waktu tambahan untuk menilai rencana Komisi. Mereka juga menyerukan studi dampak (terhadap konsekuensi finansial dan ekonomi), seperti yang umum dilakukan untuk proposal undang-undang penting.
Eickhout menyatakan bahwa selain keberatan prosedural, niat Komisi juga secara politik dan substansi tidak sesuai dengan mandat yang diberikan fraksi-fraksi di Parlemen Eropa pada tahun 2019 kepada Komisi Eropa. Namun masih menjadi pertanyaan apakah anggota Parlemen Eropa dari tiga fraksi koalisi terbesar juga sependapat.
"Komisi hanya boleh mengklasifikasikan kegiatan ekonomi sebagai berkelanjutan jika sesuai dengan batasan undang-undang taksonomi. Sebaliknya, Komisi saat ini menyalahgunakan undang-undang tersebut untuk melaksanakan keinginan politik sejumlah negara anggota," klaim politisi Belanda dari GroenLinks tersebut.
Menurut dia, investasi berkelanjutan tidak diuntungkan dari ketidakpastian hukum yang besar di hadapi para investor jika energi nuklir dan gas dikategorikan secara meragukan sebagai berkelanjutan.
Rencana untuk mengklasifikasikan energi nuklir dan gas sebagai berkelanjutan ini belum disetujui oleh seluruh kolegium komisaris Uni Eropa. Jika Komisi Eropa meneruskan keputusan tersebut, mayoritas berkualifikasi negara anggota atau mayoritas absolut Parlemen Eropa dapat menolak keputusan itu.
(pembaruan: dalam versi sebelumnya dari artikel ini disebutkan secara keliru adanya 'sidang dengar pendapat oleh Parlemen Eropa')

