IEDE NEWS

Politisi UE Menginginkan Negara-negara UE Memberikan Lebih Banyak Dana untuk Senjata Lebih Banyak

Iede de VriesIede de Vries
Uni Eropa harus memiliki pasar pertahanan sendiri dan lebih sering membeli perlengkapan dari tanah Eropa. Pada saat yang sama, lebih banyak yang harus dilakukan untuk memulai proyek militer. Hal ini dinyatakan oleh Parlemen Eropa menjelang KTT UE pada 9 Maret.
Politisi UE mendesak pendanaan lebih besar untuk pertahanan dan kapasitas militer.Foto: Unsplash

Parlemen Eropa pada hari Rabu mengesahkan dua laporan untuk pasar internal yang sesungguhnya bagi perlengkapan pertahanan dan untuk menutup kekurangan kapasitas militer UE. Parlemen dengan seruan tersebut secara garis besar mengkonfirmasi seruan sebelumnya dari Ketua Komisi Ursula von der Leyen dan Komisaris Urusan Luar Negeri Kaja Kallas.

Anggaran Multi-tahun

Para anggota Parlemen Eropa juga menginginkan pendanaan UE yang lebih besar dan jangka panjang untuk Pertahanan Eropa yang kuat. Dengan demikian, negara-negara Eropa seharusnya menjadi kurang bergantung pada pembelian dari industri senjata Amerika Serikat. Namun, ini berarti bahwa dalam anggaran multi-tahun 2028 - 2035 diperlukan pergeseran besar dan penghematan. Namun mengenai hal ini, fraksi-fraksi di Strasbourg belum mencapai kesepakatan.

Politisi UE berpendapat bahwa 27 negara anggota UE dan Komisi Eropa harus menyusun rencana yang mendorong pembelian produk Pertahanan Eropa. Dengan cara ini, permintaan menjadi lebih dapat diprediksi, investasi untuk penelitian dan pengembangan bertambah, dan produksi dapat ditingkatkan. Di samping itu, Ukraina harus sudah diperlakukan sebagai bagian integral dari pasar pertahanan UE, sebagaimana disampaikan para Anggota Parlemen Eropa sebagai pesan untuk KTT para kepala pemerintahan UE.

Promotion

Kekurangan di Segala Bidang

Laporan kedua menyatakan bahwa negara-negara UE menghadapi kekurangan serius dan berkepanjangan dalam kapasitas pertahanan mereka. Terdapat kekurangan dalam hal artileri, pertahanan udara, rudal dan amunisi, mobilitas, drone dan sistem anti-drone. Negara-negara UE juga tertinggal dalam bidang penerbangan militer luar angkasa, infrastruktur kritis, keamanan siber, kecerdasan buatan, peperangan elektronik, dan peperangan maritim.

Kekurangan ini melemahkan kemampuan UE untuk mencegah ancaman militer serta melakukan operasi militer berskala besar dan berkepanjangan. Pada saat yang sama, risiko peperangan hibrida dan tradisional meningkat. Pada kenyataannya, negara-negara UE dalam jangka pendek belum mampu membangun Pertahanan dan perlindungan Eropa secara mandiri.

Proyek-proyek Besar

Perlu langkah cepat untuk menyelesaikan proyek-proyek pertahanan Eropa besar guna menutupi kekurangan utama dalam pertahanan Eropa. Proyek-proyek tersebut antara lain adalah Drone Defence Initiative, Eastern Flank Watch, Air Defence Shield, dan Defence Space Shield. Ini adalah proyek-proyek yang selama beberapa bulan terakhir telah dimulai oleh Komisi Eropa.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion