IEDE NEWS

Timmermans mengajak politisi UE ke meja negosiasi agri

Iede de VriesIede de Vries
Komisaris Iklim UE Frans Timmermans mengatakan kepada anggota DPR Belanda dari Komisi Pertanian bahwa ia ingin duduk bersama Belanda untuk mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai dampak undang-undang pemulihan alam. Usulan tersebut tidak hanya kontroversial di kalangan petani Belanda, tetapi juga di negara UE lainnya.
Komite AGRI – Pertukaran pandangan dengan Wakil Presiden EK Timmermans mengenai sistem agri-pangan berkelanjutan dan penggunaan sumber daya

Penentang Belanda terhadap usulan tersebut mengatakan undang-undang itu 'mengunci Belanda' dan bisa menimbulkan 'konsekuensi hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya'. Timmermans membantah itu, dan mengatakan justru penentanglah yang 'mengunci keadaan saat ini'. Delegasi dari Komisi LNV DPR melakukan kunjungan kerja ke Brussel kemarin sore (yang telah direncanakan beberapa minggu sebelumnya). Mereka diterima oleh Komisaris UE Timmermans, Sinkevicius dan Wojciechoiwski, serta mengadakan pembicaraan dengan beberapa Anggota Parlemen Eropa asal Belanda.

Kunjungan kerja itu sepenuhnya difokuskan pada diskusi mengenai undang-undang pemulihan alam yang sedang berlangsung akibat situasi terkini. Selain itu, kunjungan Belanda bertepatan dengan tinjauan kebijakan tahunan yang dilakukan Komisaris Iklim Timmermans bersama Komisi Pertanian Parlemen Eropa. Di sana terdapat banyak penolakan terhadap usulan yang muncul dari filosofi Green Deal Komisi Eropa.

Timmermans menegaskan kepada para anggota Parlemen Eropa dari komisi pertanian bahwa mereka tidak bisa terus mengabaikan masalah ini. Ia mengajak mereka menghadapi fakta dan kenyataan: sektor pertanian dan ketahanan pangan sedang terancam. Bukan oleh Green Deal Eropa atau undang-undang pemulihan alam, tetapi oleh perubahan iklim, polusi udara, kekeringan, serta tanah dan air tanah yang tercemar.

Timmermans tidak berbicara secara spontan, melainkan membacakan pidato yang telah disiapkan dengan cermat dan dirumuskan dengan tepat.

Timmermans meminta para politisi di bidang pertanian untuk keluar dari kubu mereka, terutama konservatif dan kristendemokrat yang sejak awal ingin menolak undang-undang alam tersebut. Ia menegaskan kembali bahwa dirinya dan rekan-rekannya Sinkevicius, Kyriakides, serta Wojciechowski bersedia membahas "setiap kompromi yang mungkin", "tetapi Anda harus mengajukan daftar keinginan Anda terlebih dahulu."

Ruang sidang besar Komisi di Parlemen Eropa di Brussel terisi penuh sampai kursi terakhir, tidak hanya oleh anggota parlemen dan staf fraksi, tetapi juga oleh puluhan petani dari berbagai negara UE yang datang menghadiri debat tersebut. Hal ini memberi kesan Timmermans berada di tengah 'sarang singa', namun ia juga mendapat dukungan dan persetujuan di antara politisi UE dan hadirin.

Timmermans mengatakan Komisi tetap berpegang pada arah dan isi tiga undang-undang iklim dan alam yang kini sedang beredar. Ia menyebut tidak melakukan apa-apa dan menunggu sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. Ia menuding para "penolak" (mengingat pemilihan Eropa yang akan berlangsung lebih dari setahun lagi) bahwa mereka "melawan pengetahuan yang lebih baik" dan mempertaruhkan masa depan pertanian dan perkebunan. Bukan kembali ke papan gambar, tetapi maju ke meja perundingan, itulah ajakan Timmermans kepada mereka yang ragu-ragu.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait