Semakin banyak suara di Brussel yang menyatakan bahwa uang Rusia tersebut dapat digunakan untuk dukungan militer Eropa bagi Ukraina. Namun, ada juga yang menunjukkan bahwa pembekuan rekening bank diperbolehkan, tetapi penyitaan secara hukum dianggap pencurian. Meskipun demikian, bunga dari rekening-rekening bank yang dibekukan tersebut sudah digunakan oleh UE untuk mendukung Kyiv.
"Tidak ada simbol yang lebih kuat dan tidak ada pemanfaatan uang yang lebih besar daripada untuk membuat Ukraina dan seluruh Eropa menjadi tempat yang lebih aman untuk hidup," kata Von der Leyen pekan lalu dalam pidato di Parlemen Eropa. Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, juga mengatakan bahwa pengalihan dana tersebut ke Ukraina adalah ‘diperlukan dan mendesak’.
Parlemen Eropa berpendapat bahwa UE harus mendukung Ukraina dengan segala yang diperlukan agar Kyiv dapat memenangkan perang melawan Rusia. Hal ini disampaikan oleh para anggota parlemen Eropa dalam sebuah resolusi yang disahkan pada hari Kamis dengan 451 suara setuju, 46 menolak, dan 49 abstain. Resolusi itu menekankan bagaimana perang telah secara fundamental mengubah Eropa.
Para anggota parlemen Eropa berpendapat bahwa UE harus memperluas sanksi terhadap Moskow dan sekutu Rusia, Belarus, termasuk larangan impor uranium Rusia dan embargo penuh atas impor produk pertanian dan perikanan Rusia ke UE. Estonia dan Lithuania sudah mengumumkan larangan impor makanan dari Rusia.
Parlemen juga mengecam semua negara, perusahaan, asosiasi, dan individu yang membantu Moskow menghindari sanksi UE, dan menyatakan bahwa praktik-praktik merusak ini harus dijadikan tindak pidana di tingkat UE.
Para politisi UE juga memegang Rusia dan Presiden Putin secara hukum dan politik bertanggung jawab atas kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny. Parlemen Eropa mengecam pembunuhan terhadap disiden ini dan memberikan dukungan penuh kepada janda Navalny, Joelia Navalnaya, untuk melanjutkan karya suaminya.
Anggota Parlemen Eropa berpendapat bahwa Presiden Vladimir Putin harus dimintai pertanggungjawaban dan menuntut penyelidikan internasional independen atas kematiannya. Navalny menerima penghargaan HAM UE, hadiah Sacharov, pada tahun 2021.
Navalnaya memberikan pidato mengesankan di parlemen Strasbourg pada hari Rabu lalu. Karena alasan keamanan, dia memutuskan untuk tidak kembali ke Rusia dan tidak dapat hadir pada pemakaman suaminya pada hari Jumat.

