IEDE NEWS

Apakah Prancis dan Belanda Masih Akan Menahan Albania dari EU?

Iede de VriesIede de Vries
Foto: Jason Blackeye via Unsplash — Foto: Unsplash

Minggu depan, Uni Eropa (UE) akan menghadapi pilihan strategis penting untuk meresmikan penerimaan Makedonia Utara dan Albania. Menjelang keputusan penting ini, ketua Partai Rakyat Eropa (EPP), Joseph Daul, juga telah menyatakan dukungannya.

Minggu lalu, Ketua Komisi UE Ursula von der Leyen, dan Ketua Parlemen Eropa Sassoli dalam surat bersama telah mengajukan permintaan untuk membuka kembali negosiasi keanggotaan dengan Makedonia Utara dan Albania. Pada Mei, Brussel sudah menyimpulkan bahwa kedua negara tersebut telah menunjukkan kemajuan yang cukup dalam pemberantasan korupsi dan kejahatan serta reformasi peradilan, dan tidak ada lagi hambatan untuk memasuki tahap penerimaan berikutnya.

Hampir semua negara UE sepakat bahwa kedua negara Balkan ini harus diterima. Namun Prancis dan terutama Belanda masih menolak. Minggu ini terlihat lagi bagaimana diskusi di parlemen Belanda seringkali menyempit menjadi ketakutan akan kedatangan kriminal Albania. Gagasan bahwa Uni telah 'terlalu cepat memperluas diri' dalam beberapa tahun terakhir tersebar luas di antara politisi Belanda.

Makedonia Utara dan Albania telah membuat kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, sistem perpajakan, dan transparansi. Mereka juga sedikit lebih menormalkan kerja sama dengan mantan 'musuh Serbia', menurut Brussel. Meskipun masih banyak yang harus dilakukan, banyak pihak berpendapat bahwa penerimaan kedua negara ini ke dalam Uni Eropa adalah langkah alami selanjutnya.

Selain itu, lembaga pemikir luar negeri Belanda Clingendael Institute baru-baru ini menerbitkan studi yang menunjukkan pentingnya untuk 'menjaga Balkan di Eropa'. Namun yang lain berpendapat bahwa sikap skeptis terhadap euro di banyak penduduk beberapa negara terutama berasal dari perasaan penolakan terhadap penerimaan anggota UE baru yang terlalu cepat dan tidak terkendali.

Keputusan minggu depan disebut oleh banyak pihak sebagai keputusan bersejarah dan menentukan masa depan benua Eropa. Banyak yang mengakui bahwa jalan menuju keanggotaan bagi Makedonia Utara dan Albania akan panjang. Negara-negara Balkan Barat adalah mitra terdekat; secara historis, geografis, dan ekonomi. Uni Eropa baru akan lengkap jika kawasan tersebut menjadi bagian dari kesatuan kita, demikian dikatakan banyak pihak.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait