Para menteri Keuangan Uni Eropa menyerukan kepada bank-bank agar memberikan dukungan maksimal kepada nasabah mereka yang terdampak oleh wabah corona. Para menteri Keuangan meminta sektor perbankan menggunakan modal bebas dan laba yang tersedia untuk memperpanjang kredit atau menyediakan pembiayaan mendesak lainnya, baik untuk rumah tangga maupun perusahaan.
Bank-bank berada dalam kondisi jauh lebih baik dibandingkan saat krisis sebelumnya, telah membangun buffer dan menyediakan berbagai jaring pengaman. Oleh karena itu, kemungkinan bank runtuh dan pembayar pajak harus menanggung akibatnya menjadi lebih kecil. Para menteri juga mendukung keputusan terbaru dari pengawas perbankan internasional untuk sementara menerapkan aturan sefleksibel mungkin. Persyaratan modal baru ditunda selama satu tahun.
Selain paket sebesar setengah triliun euro yang telah disepakati, Eropa membutuhkan sedikitnya 500 miliar euro lagi dari lembaga-lembaga Uni Eropa untuk membiayai pemulihan ekonomi setelah pandemi virus corona. Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia Corriere della Sera, Klaus Regling, direktur Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM), mengatakan bahwa cara termudah untuk mengorganisir dana tersebut adalah melalui Komisi Eropa dan anggaran UE.
"Saya akan mengatakan bahwa untuk fase kedua pemulihan ekonomi, kita akan membutuhkan setidaknya 500 miliar euro lagi dari lembaga-lembaga Eropa, tapi jumlahnya bisa lebih besar," kata Regling kepada surat kabar tersebut. Para menteri Keuangan Uni Eropa pekan lalu telah mencapai kesepakatan terkait jaring pengaman bagi negara, perusahaan, dan individu dengan total sebesar 540 miliar euro. Mereka juga sepakat bahwa zona euro, yang menurut IMF akan mengalami resesi sebesar 7,5% tahun ini karena pandemi, akan membutuhkan dana untuk pulih.
Para pemimpin UE akan membahas rencana pemulihan dan pendanaan yang dibutuhkan pada akhir pekan ini melalui konferensi video. Gagasan kompromi kemungkinan melibatkan Komisi Eropa yang meminjam uang di pasar modal dengan jaminan anggaran UE jangka panjang, lalu menggunakan dana tersebut sebagai leverage sebagai jaminan untuk pinjaman agar mencapai efek yang lebih besar dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Pembangunan Jerman, Gerd Müller, menyerukan Uni Eropa untuk juga mendukung negara-negara di Afrika dan Timur Tengah selama krisis corona dengan program bantuan senilai 50 miliar euro. Hingga saat ini, UE telah berjanji memberikan dana bantuan sebesar 15 juta euro untuk negara berkembang. Eropa juga harus memberikan kontribusi secara internasional untuk mengendalikan pandemi, kata Müller pada hari Minggu dalam sejumlah surat kabar Jerman. Paket bantuan UE sendiri sebesar 500 miliar euro, tetapi menurut politikus CSU ini hanya berfokus ke dalam.

