IEDE NEWS

Nelayan Eropa Memprotes Pembangunan Turbin Angin di Laut Utara

Iede de VriesIede de Vries
Foto oleh Dan Meyers di Unsplash — Foto: Unsplash

Nelayan Eropa sangat khawatir tentang dampak dari ‘penyebaran besar-besaran taman turbin angin di Laut Utara dan perairan sekitarnya.

Organisasi nelayan dari Belgia, Prancis, Portugal, Denmark, Jerman, Swedia, dan Belanda, atas inisiatif kelompok aksi EMK, telah mengirim surat terbuka kepada anggota Parlemen Eropa.

Kelompok aksi tersebut berpendapat bahwa pembentukan cagar alam sebagai kompensasi untuk taman turbin tidak dapat mencegah kerusakan lingkungan dan perikanan. Kelompok ini juga menyoroti ancaman serius lain terhadap lingkungan dan perikanan, seperti kebisingan saat pemasangan turbin angin yang dapat merusak pendengaran ikan dan mamalia laut.

Pemasangan kabel listrik bawah laut untuk turbin angin juga dapat mengganggu migrasi ikan, udang, dan kerang. Kelompok aksi itu khawatir akan hilangnya lapangan kerja di sektor perikanan jika populasi ikan terancam punah akibat pembangunan taman tersebut.

Kelompok ini menilai sektor energi "sangat tidak bertanggung jawab" karena banyak taman angin dibangun di lokasi yang dikenal sebagai area pemijahan ikan. Selain itu, menurut kelompok aksi, analisis dampak lingkungan yang diperlukan (disebut MER) tidak dilakukan, sehingga taman angin tersebut tidak memenuhi peraturan Eropa yang berlaku.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, kelompok aksi menginginkan antara lain larangan pembangunan taman angin yang direncanakan, lebih banyak penelitian, peningkatan peran serta dalam masalah ini, serta perlindungan populasi ikan di Laut Utara.

Organisasi perikanan Belanda VisNed dan Serikat Nelayan Belanda mendukung surat protes tersebut. Organisasi perikanan dari Portugal, Prancis, Belgia, Jerman, Denmark, dan Swedia juga telah menandatangani surat itu.

Asosiasi Energi Angin Belanda (NWEA), asosiasi industri sektor angin, dalam tanggapannya menyatakan bahwa Kementerian Urusan Ekonomi melakukan laporan MER. Selain itu, laporan-laporan tersebut "terus-menerus disesuaikan" dengan pengetahuan ilmiah terbaru, menurut asosiasi tersebut.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait