IEDE NEWS

Jerman Ragu dengan Aturan Pupuk yang Lebih Ketat; Berisiko Denda dari UE

Iede de VriesIede de Vries
Menteri Pertanian Jerman, Cem Özdemir, berada dalam situasi sulit setelah usulannya untuk aturan pupuk yang lebih ketat ditolak oleh mayoritas negara bagian Jerman. Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk membatasi polusi nitrat dalam air tanah dan permukaan lebih lanjut, sesuai dengan tuntutan Uni Eropa.
Afbeelding voor artikel: Duitsland aarzelt met strengere mestwet; kans op EU-boetes

Penetangan ini dapat berdampak finansial yang serius, karena Jerman kini berisiko kehilangan miliaran subsidi dari UE. Selain itu, Komisi Eropa mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap Jerman karena tidak mematuhi pedoman tersebut.

Beberapa negara bagian mendesak pembentukan komisi mediasi untuk menemukan kompromi, sementara yang lain khawatir tentang dampak potensial pada sektor pertanian. 

Menteri BMEL Özdemir kini mendapat tekanan untuk segera menemukan solusi yang dapat menjamin baik tujuan lingkungan maupun kepentingan ekonomi para petani.

Promotion

Anggota Bundestag Linda Heitmann (Bundnis/Grünen) merasa kecewa atas penolakan undang-undang pemupukan di Dewan Federal untuk mengurangi beban nitrat di air tanah. 'Saya merasa sedih bahwa negara bagian individual memainkan politisasi yang merugikan kebersihan air dan kesehatan semua pihak. Karena blokade di Dewan Federal, kami kini terancam melanjutkan prosedur pelanggaran UE dan membayar denda besar.'

Dalam sebuah wawancara di majalah politik 'Das Parlament', Heitmann juga menyerukan tarif pengeluaran air yang seragam di seluruh Jerman. Perusahaan tidak boleh memilih lokasi berdasarkan di mana air paling murah, kata wakil dari Hamburg tersebut. 'Kita harus menghindari persaingan lokasi yang merugikan lingkungan.'

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion