IEDE NEWS

Kekacauan atas Pernyataan Perdana Menteri Belgia terhadap Pemulihan Alam

Iede de VriesIede de Vries
Pernyataan dari Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo telah menimbulkan kontroversi dalam sistem politik Belgia karena perdana menteri nasional menyuarakan dukungan untuk "menjeda" undang-undang lingkungan Eropa.

De Croo (Open VLD) mengatakan pada Selasa malam dalam program televisi ā€˜Terzake’ dari VRT: ā€œKita harus membuat pilihan suatu saat,ā€ dan kemudian mengkritik RUU Pemulihan Alam Eropa yang sedang disiapkan.

Dalam sistem parlementer Belgia, pemerintahan nasional hanya mengurusi bidang besar seperti Pertahanan dan Kebijakan Luar Negeri, sementara sebagian besar kebijakan yang sangat sensitif secara politik berada di bawah pemerintahan Flandria dan Wallonia. Pernyataan perdana menteri ini menempatkannya sejajar dengan Menteri Lingkungan Flandria Zuhal Demir (NVA), yang pada Selasa menyerukan "pemeriksaan realitas" atau bahkan "penjedaaan" terhadap rencana iklim baru. 

Komentar De Croo dan Demir sangat mirip dengan Presiden Prancis Macron yang dua minggu lalu membuat pernyataan dalam sebuah kongres industri mengenai kebijakan lingkungan Eropa. Pernyataan tersebut awalnya ditafsirkan sebagai seruan untuk menahan tiga undang-undang lingkungan utama yang saat ini sedang diproses di Uni Eropa.

Namun istana kepresidenan Prancis kemudian meralat pernyataan itu dan mengatakan bahwa presiden ingin menyampaikan bahwa ia merasa Uni Eropa sudah terlalu maju dalam kebijakan lingkungan dan iklim.

Perdana Menteri liberal Belgia Croo memang mendukung target lingkungan Uni Eropa dalam Green Deal, seperti pengurangan gas rumah kaca, tetapi ia ragu-ragu terhadap upaya lebih lanjut untuk melindungi keanekaragaman hayati: ā€œKita harus menghindari beban yang terlalu berat. ..De Croo mengatakan ia khawatir bahwa industri Eropa ā€œtidak mampu lagi menanganiā€ regulasi tersebut, 

Namun partai hijau dalam pemerintahan federal (Groen Flandria dan Ecolo berbahasa Prancis) kurang memahami ketakutan perdana menteri tersebut. Mereka menyebut pernyataan itu memalukan dan mengatakan bahwa ia tidak berbicara mewakili pemerintah nasional.

ā€œKesepakatan Eropa bukan sekadar selembar kertas. Perdana menteri menempatkan dirinya di kubu penunda iklim,ā€ kata para pemimpin partai hijau tersebut. Mereka menegaskan bahwa alam dan iklim berjalan beriringan dan mendesak percepatan daripada penundaan. Sebelumnya Menteri Iklim nasional Zakia Khattabi mendesak pelaksanaan segera Undang-undang Pemulihan Alam. Ia mengkritik pernyataan De Croo sebagai ā€œbukan sikap federal, dan juga bukan sikap Belgia.ā€

Rancangan undang-undang untuk pemulihan alam berada di bawah pengawasan Parlemen Eropa, baik dari komisi pertanian (agri) maupun dari faksi tengah-kanan dan konservatif. Mereka menolak rancangan tersebut. Rencananya, komisi lingkungan (envi) akan memutuskan pada 15 Juni apakah rancangan saat ini sudah cukup baik untuk dibahas dalam trilogi, yaitu negosiasi tiga pihak yang menentukan mengenai rancangan undang-undang dari Komisi Eropa.

Komisaris Iklim Frans Timmermans awal minggu ini mengajak para anggota parlemen Eropa dalam komisi pertanian dan komisi lingkungan untuk keluar dari posisi kaku mereka dan duduk bersama dalam meja perundingan.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait