IEDE NEWS

Kelompok Lingkungan: Pertanian Eropa Tidak Mencapai Perjanjian Iklim dan Green Deal

Iede de VriesIede de Vries
Menurut tiga organisasi perlindungan lingkungan internasional, Uni Eropa (UE) gagal dalam rencananya untuk pertanian berkelanjutan. Kantor Lingkungan Eropa (EEB), Naturschutzbund Deutschland (NABU), dan BirdLife menyatakan bahwa target Boer-tot-Bord dan perjanjian iklim Paris tidak tercapai.
Foto: Jonathan Kemper via Unsplash — Foto: Unsplash

Menteri Pertanian dan Pangan negara-negara UE membahas kemajuan kebijakan pertanian serta pengurangan penggunaan bahan kimia dan perlindungan tanaman pada hari Senin di Brussel.

UE menetapkan bahwa penggunaan pestisida harus dikurangi setengahnya pada tahun 2030, sementara perjanjian iklim Paris bertujuan membatasi pemanasan global maksimal 2 derajat Celsius, dan idealnya sampai 1,5 derajat. Kelompok lingkungan menilai banyak negara memilih persyaratan minimum. Hal ini menyebabkan tidak adanya tindakan di bidang yang paling memerlukan, menurut mereka.

Organisasi-organisasi tersebut mengakui UE telah mengambil langkah penting untuk mendorong transisi menuju pertanian berkelanjutan. Namun menurut mereka masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat sektor pertanian lebih berkelanjutan. Sangat penting Komisi Eropa meningkatkan tekanan terhadap negara-negara anggota untuk menyesuaikan rencana strategi nasional mereka, serta meningkatkan akuntabilitas penggunaan subsidi pertanian.

Menurut organisasi tersebut, rencana strategi nasional gagal menangani krisis mendesak terkait kehilangan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan penurunan lebih lanjut keanekaragaman hayati dan kehilangan habitat bagi hewan.

Laporan ketiga organisasi lingkungan tersebut juga menyatakan perlunya perhatian lebih dalam membatasi emisi gas rumah kaca dan mengurangi penggunaan lahan pertanian.

Kelompok lingkungan menekankan bahwa pertanian berkelanjutan tidak hanya baik bagi lingkungan, tetapi juga bagi para petani itu sendiri. Praktik pertanian berkelanjutan dapat mengurangi biaya, misalnya dengan mengurangi penggunaan pestisida dan memperbaiki kesehatan tanah, yang menurut mereka menghasilkan hasil panen yang lebih tinggi.

Ini juga dapat meningkatkan kualitas dan nilai gizi makanan kita, yang lebih baik untuk kesehatan dan kesejahteraan kita. Selain itu, pertanian berkelanjutan dapat berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati dan pengurangan emisi gas rumah kaca, yang sangat penting untuk membatasi pemanasan global dan mengatasi dampak negatif perubahan iklim.

Tag:
ENVI

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait