Jerman belum menyetujui penggunaan saluran pipa gas Nord Stream 2 yang dirancang untuk mengalirkan gas Rusia ke Eropa. Badan energi Jerman belum memberikan izin karena pipa gas Rusia tersebut tidak sesuai dengan aturan Jerman.
Dalam koalisi lampu lalu lintas Jerman yang baru, partai Hijau menuntut jaminan lebih banyak dari Moskow. Pemerintah Jerman sebelumnya sangat mendukung proyek pipa gas ini. Dari tiga partai, dua (Hijau dan FDP) menentang proyek ini, sedangkan SPD mendukung. Belum jelas apa konsekuensi dari sikap ini terhadap persetujuan Jerman untuk pipa gas tersebut.
Badan energi Jerman menyatakan bahwa izin hanya dapat diberikan jika perusahaan pengangkut gas tersebut sepenuhnya menjadi perusahaan yang tunduk pada hukum Jerman. Saat ini perusahaan tersebut masih berbasis di Swiss, dengan sebuah anak perusahaan di Jerman yang hanya mengelola bagian pipa gas di wilayah Jerman.
Regulator sekarang menghentikan proses pemberian izin sampai Nord Stream 2 AG memindahkan aset utama dan stafnya ke anak perusahaan Jerman. Hanya setelah semua syarat dipenuhi, akan disusun sebuah rancangan keputusan. Rancangan tersebut kemudian harus diajukan untuk mendapatkan nasihat dari Komisi Eropa.
Di dalam Uni Eropa, banyak negara yang memiliki keprihatinan terhadap proyek ini. Pipa gas ini akan mengalirkan gas Rusia melalui wilayah timur laut Jerman ke Eropa. Pipa gas ini dibangun oleh raksasa negara Rusia Gazprom, bersama dengan perusahaan Barat seperti Uniper, Wintershall, Engie, OMV, dan Shell.
Nord Stream 2 telah bertahun-tahun menjadi sumber konflik politik yang intens antara Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat. AS berpendapat bahwa Eropa terlalu bergantung pada gas Rusia dan berpotensi menjadi korban pemerasan energi.

