Dalam negosiasi trilog di Brussel, delegasi Parlemen Eropa dan Dewan Menteri LNV Jumat sepakat mengenai pengaturan transisi dan periode percobaan dua tahun untuk kebijakan pertanian Eropa baru.
Para negosiator juga sepakat untuk percepatan pencairan dukungan tambahan.
Perjanjian yang dibuat saat ini belum mengenai kebijakan pertanian Green Deal baru. Kesepakatan tersebut memperpanjang aturan yang ada dari kebijakan pertanian bersama (CAP) selama dua tahun, sehingga pembayaran bisa dilanjutkan.
“Kesepakatan ini penting karena memberikan kepastian hukum dan dukungan pemulihan selama dua tahun ke depan. Ini juga menjadi jembatan yang kokoh menuju aturan baru, yang memberi petani dan pemerintah nasional waktu yang cukup untuk mempersiapkan reformasi CAP setelah 2022,” ujar pelapor aturan transisi, Elsi Katainen (RE, FI).
Fase transisi sekaligus periode percobaan ini masih harus disetujui dalam rapat reguler komisi AGRI. Teks tersebut juga memerlukan lampu hijau dari seluruh parlemen dan Dewan Menteri. Minggu depan juga akan ada negosiasi trilog untuk bagian lain dari CAP. Pemungutan suara dijadwalkan dalam dua minggu ke depan.
Dengan demikian, bertentangan dengan keinginan Komisi Eropa, periode percobaan dua tahun pun terbentuk. Di dalamnya subsidi pertanian yang berlaku saat ini dipertahankan, ada subsidi tambahan dari dana bantuan corona, namun belum ada kesepakatan tentang aturan iklim Green Deal yang lebih ketat.
Komisioner Lingkungan dan Iklim Frans Timmermans minggu lalu dalam sebuah konferensi video dengan aktivis iklim Norwegia Greta Thornberg kembali menyiratkan kemungkinan pencabutan kebijakan CAP baru yang dimulai sejak 2018.
Komisi Eropa memang memiliki wewenang tersebut, tapi akan sangat luar biasa. Dalam negosiasi trilog UE berlaku aturan “tidak ada yang disepakati sampai semuanya disepakati.”

