IEDE NEWS

Menteri Pertanian UE Masih Menahan Diri Terhadap F2F dan Green Deal…

Iede de VriesIede de Vries
Acara S&D 'Ini bukan selamat tinggal, melainkan sampai jumpa lagi'

Para Menteri Pertanian negara-negara UE menyatakan bahwa mereka secara garis besar setuju dengan Green Deal dari Komisaris Eropa Frans Timmermans, namun masih berhati-hati pada beberapa bagian penting.

Untuk melindungi keanekaragaman hayati dan strategi makanan baru 'dari petani ke meja makan', anggaran pertanian UE yang jauh lebih besar akan diperlukan, demikian disampaikan para Menteri Pertanian dalam diskusi informal (pertama) (video) mereka.

Para menteri mengatakan bahwa lebih banyak penelitian harus dilakukan terlebih dahulu. Dan untuk penelitian tambahan itu diperlukan dana ekstra, yang harus diambil dari dana penelitian UE lainnya (program Horizon). Dan dana tambahan itu tidak boleh berasal dari cadangan GLB untuk pengembangan pedesaan, mereka sudah memperingatkan rekan-rekan mereka dari bidang Keuangan.

Untuk dapat mentransformasi sistem pangan, negara-negara UE harus memperbarui metode produksi dan distribusi. Hal ini akan membutuhkan lebih banyak investasi dalam penelitian dan pengembangan, digitalisasi, dan teknologi baru, menurut para menteri.

Anggaran jangka panjang UE menyediakan total €391 miliar untuk pertanian dan pengembangan pedesaan. Selain itu, Komisi mulai tahun 2021 menyediakan €10 miliar untuk penelitian tentang makanan, bio-ekonomi, sumber daya alam, pertanian, perikanan, budidaya akuakultur, dan lingkungan.

Namun para menteri mengatakan bahwa negosiasi harus dilanjutkan lebih lama untuk merapikan banyak detail yang tersisa, karena negara-negara khawatir tentang dampak rencana UE untuk membuat produksi pangan lebih ramah lingkungan.
Meskipun sebagian besar menteri mengaku sepakat dengan tujuan tersebut, mereka juga menyatakan bahwa langkah-langkah baru bagi petani dapat menyebabkan biaya produksi yang lebih tinggi dan hasil yang lebih rendah.

Mereka memperingatkan bahwa tuntutan lingkungan tidak boleh hanya dibebankan pada petani. Para menteri mengatakan bahwa UE harus memberi lebih banyak fleksibilitas kepada negara-negara UE secara individu dalam menyusun strategi nasional untuk mencapai tujuan UE tersebut.

Komisaris UE untuk Pertanian Janusz Wojciechowski mengatakan bahwa rencana tersebut memungkinkan negara-negara UE menggunakan berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan baru UE secara menyeluruh. "Ini tidak akan menjadi diskusi yang mudah dengan negara-negara anggota untuk menemukan solusi dan mempertimbangkan situasi serta pendekatan yang berbeda," kata Wojciechowski kepada para menteri.

Wojciechowski berharap terjadi kesepakatan cepat mengenai anggaran jangka panjang UE selama masa kepresidenan Jerman di Dewan UE yang dimulai pada Juli. "Saya berharap UE akan menyelesaikan perdebatan ini secepat mungkin," ujarnya.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait