IEDE NEWS

PM EVP: Uni Energi Bisa Memecahkan Krisis dan Memperkuat UE

Iede de VriesIede de Vries

Para pemimpin pemerintahan dari partai-partai Kristen Demokrat di lebih dari lima belas negara UE berpendapat bahwa Uni Eropa harus meneruskan langkahnya dalam menghadapi krisis energi saat ini. Menjelang KTT resmi UE yang berlangsung dua hari di Brussel, para perdana menteri dari partai EVP menyerukan Komisi Eropa untuk memanfaatkan momen ini dan segera bergerak menuju uni energi.

Uni energi semacam itu bisa jadi adalah proyek penting berikutnya untuk memperdalam integrasi Eropa, kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

Mereka menyatakan bahwa UE telah menunjukkan bahwa para pemimpin UE secara bersama-sama dapat mengambil keputusan sulit dalam masa sulit, seperti belakangan ini dalam pandemi covid dan dalam pengenaan sanksi terhadap Rusia. Dalam krisis energi saat ini, negara-negara UE kali ini tidak bisa memilih pendekatan ā€œmelakukan sendiriā€.

Para politisi EVP menunjukkan dalam pernyataannya bahwa ā€˜energi’ adalah dasar pendirian Komunitas Batu Bara dan Baja Eropa (EGKS), pendahulu jauh dari UE saat ini. Kini energi sekali lagi dapat menjadi pusat dari upaya kolektif kita untuk Eropa yang lebih kuat, demikian kata mereka.

Selain itu, negara-negara non-UE seperti Serbia dan Turki harus bergabung dengan sanksi UE terhadap Rusia dan harus menghentikan dukungan mereka terhadap invasi Putin ke Ukraina.

Para pemimpin EVP menegaskan kepada semua negara Eropa agar menyetujui penerimaan Kroasia, Bulgaria, dan Rumania ke dalam wilayah Schengen, karena ketiga negara tersebut memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Sejauh yang diketahui, Perdana Menteri Belanda Rutte adalah satu-satunya yang menentang bergabungnya Rumania.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait