Beberapa ratus petani memblokir akses ke pusat kota dengan puluhan traktor, termasuk akses ke aula olahraga di mana Partai Hijau akan merayakan penutupan tradisional karnaval pada Rabu Abu. Mereka terpaksa membatalkan acara tersebut karena situasi kota yang tidak aman.
Meski sudah diperingatkan, para petani di Biberach menolak memindahkan traktor mereka. Dalam konfrontasi itu, salah satu jendela mobil polisi pecah, polisi menggunakan gas air mata, dan Presiden Jerman Steinmeier harus kembali tanpa melakukan apa pun.
Serikat polisi menyatakan bahwa kehadiran traktor meningkatkan ketidakamanan bagi publik dan polisi, dan mereka telah memperingatkan hal ini sebelumnya. Para politisi juga menyuarakan kekhawatiran terkait keselamatan dan memperingatkan akan terjadinya "kondisi ala Perancis".
"Otoritas dan polisi harus segera bertindak dengan melarang traktor dalam pertemuan," kata ketua serikat polisi, Jochen Kopelke, kepada surat kabar Düsseldorf "Rheinische Post". Polisi akan menegakkan larangan tersebut secara ketat, ujarnya. Berlin belum memberikan tanggapan atas seruan tersebut. Pemerintah kota (dan negara bagian) yang mengeluarkan izin demonstrasi dan bertanggung jawab atas keamanan.
Juru bicara polisi Sven Francken menyebutkan adanya perilaku agresif, termasuk terhadap petugas polisi. Dewan partai Hijau mengkritik kejadian tersebut, sementara Menteri Pertanian Cem Özdemir membela petani: "Mereka yang melakukan kekerasan bukanlah wakil pertanian Jerman."
Banyak petani menyalahkan Partai Hijau atas pembatasan lingkungan dan iklim dalam pertanian dan peternakan. Sebagian lain menunjuk bahwa selama puluhan tahun terakhir, menteri dari CDU/CSU-lah yang membentuk kebijakan pertanian, baik di tingkat federal maupun negara bagian.
Kebanyakan juru bicara organisasi pertanian dalam beberapa hari terakhir telah menjauhkan diri dari blokade kekerasan di Biberach. Banyak cabang organisasi petani di negara bagian khawatir para pendukung partai sayap kanan ekstrem akan bergabung dalam aksi petani mereka dan kemudian membuat situasi menjadi tidak terkendali.

