IEDE NEWS

Siprus Meminta Bantuan Uni Eropa Setelah Penangkapan di Siprus Utara yang Diduduki

Iede de VriesIede de Vries
Ketua parlemen Siprus, Annita Demetriou, telah meminta bantuan Parlemen Eropa setelah penangkapan lima warga Yunani-Siprus di bagian utara pulau yang diduduki oleh Turki. Kasus ini kembali mengungkap ketegangan terkait konflik yang belum terselesaikan yang telah membagi Siprus selama beberapa dekade.
Afbeelding voor artikel: Cyprus roept de hulp in van de EU na arrestaties in bezette Noord-Cyprus

Lima warga Yunani-Siprus tersebut ditahan setelah mereka mengunjungi rumah-rumah milik keluarga mereka di bagian utara pulau. Rumah-rumah tersebut telah disita oleh pendudukan. Selain itu, menurut otoritas pro-Turki, "orang-orang Yunani" juga diduga mengibarkan bendera Yunani-Siprus. Penangkapan ini telah menimbulkan kemarahan yang besar di bagian selatan pulau.

Ketua parlemen Siprus tersebut meminta rekan Eropanya, Roberta Metsola, untuk mendukung lembaga-lembaga Eropa guna memfasilitasi pembebasan para tahanan dan memberikan sinyal bahwa hak-hak warga negara tidak boleh diabaikan.

Kritik atas tindakan otoritas utara juga muncul di dalam lembaga-lembaga Eropa. Dinyatakan bahwa sistem hukum yang disebut-sebut di wilayah tersebut tidak diakui. Para perwakilan Eropa menekankan bahwa situasi ini menunjukkan tidak adanya kepastian hukum.

Promotion

Sejak intervensi militer Turki pada 1974, bagian utara secara faktual berada di bawah kendali Turki. Upaya reunifikasi dan negosiasi sejak saat itu belum membuahkan hasil. Konflik ini menyebabkan pemisahan komunitas dan munculnya struktur paralel. Meskipun berfungsi di utara, struktur-struktur ini tidak diakui secara internasional.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion