Selama pemerintah Turki tidak melakukan perubahan kebijakan yang drastis, proses keanggotaan UE untuk Turki tidak dapat dilanjutkan. Ankara diharapkan untuk menghormati nilai-nilai demokrasi, supremasi hukum, dan hak asasi manusia. Saat ini hal tersebut belum terpenuhi.
Alih-alih pembicaraan mengenai keanggotaan, UE dan Turki sebaiknya mengembangkan kerjasama yang lebih erat. Delegasi UE menganjurkan untuk menemukan ‘kerangka alternatif dan realistis’ untuk hubungan tersebut. Mereka juga menyerukan Komisi Eropa untuk meneliti kemungkinan formula baru.
Meski demikian, Turki tetap berstatus sebagai calon anggota UE. Para anggota Parlemen Eropa juga memuji Turki atas dukungannya terhadap Rusia dalam perang Ukraina. Ankara juga dipuji karena menerima pengungsi dari wilayah konflik di kawasan tersebut, seperti Suriah. Jumlah pengungsi tersebut mencapai sekitar empat juta migran.

