IEDE NEWS

UE semakin mengisolasi Rusia dengan boikot ekspor gas dan minyak

Iede de VriesIede de Vries
Sidang pleno EP – Debat utama – Konsekuensi sosial dan ekonomi bagi UE dari perang Rusia di Ukraina – memperkuat kapasitas tindakan UE

Uni Eropa memberlakukan boikot terhadap ekspor minyak Rusia dan mengeluarkan bank terbesar Rusia, Sberbank, dari sistem pembayaran internasional. Rencana juga sedang disusun untuk boikot penuh pembelian gas Rusia, yang akan dilakukan akhir tahun ini.

Untuk mewujudkan ini, UE ingin mendapatkan gas dari negara lain serta mendorong perusahaan dan rumah tangga untuk mengurangi penggunaan gas. Targetnya adalah tercapai paling lambat akhir tahun ini.

Menurut Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, upaya mencari pemasok gas dan minyak lain di seluruh dunia sedang dilakukan dengan keras, meskipun belum sepenuhnya selesai. Dengan paket sanksi keenam terhadap Moskow, pasokan energi untuk pertanian Eropa, pemanas gas di rumah kaca Westland, dan produksi pupuk tetap tidak pasti dalam waktu lama.

Von der Leyen dan komisaris UE lebih lanjut menyerukan dukungan finansial lebih besar untuk penampungan pengungsi Ukraina di Eropa dan rekonstruksi Ukraina setelah perang. Von der Leyen juga menuturkan bahwa ekonomi UE sendiri akan mengalami dampak negatif dari sanksi yang lebih keras terhadap Rusia. 

UE juga akan memberlakukan sanksi pribadi terhadap tentara Rusia yang terlibat dalam pembantaian dan kejahatan perang di kota Bucha. Sebelumnya, prosedur sudah dimulai di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag. Selain itu, UE akan menghapus beberapa ‘saluran propaganda’ Rusia dari jaringan kabel dan struktur media Eropa.

Presiden Putin kini mengancam dengan sanksi balasan. Ia mengingatkan UE dan juga Amerika Serikat bahwa ia mempertimbangkan untuk menghentikan ekspor produk dan bahan baku tertentu dari Rusia. Pekan lalu, ia sudah menghentikan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria.

Sejak dimulainya perang di Ukraina pada 24 Februari, negara-negara UE telah membeli minyak dan gas dari Rusia senilai 47 miliar euro. Dengan cara tersebut, Putin membiayai perang melawan Ukraina. 

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait