IEDE NEWS

Uni Eropa Sepakat Mengurangi Emisi Metana

Iede de VriesIede de Vries
Negosiator dari Komisi Eropa, Menteri Lingkungan, dan Parlemen Eropa telah mencapai kesepakatan mengenai pembatasan emisi metana oleh sektor energi di 27 negara Uni Eropa. Gas metana adalah penyebab perubahan iklim terbesar kedua setelah CO2. Gas ini juga menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Foto oleh JuniperPhoton di UnsplashFoto: Unsplash

Kesepakatan ini dicapai dua minggu sebelum COP28, konferensi iklim internasional di Dubai. Di sana, kesepakatan tambahan harus dibuat untuk melawan pemanasan global. Metana adalah gas rumah kaca yang sekitar 30 kali lebih kuat daripada CO2. Sebagian besar emisi berasal dari sektor energi, pertanian, dan limbah. 

Di sektor pertanian Eropa pun telah diambil langkah-langkah untuk membatasi emisi metana. Emisi metana kini menjadi bagian penting dari riset dalam industri produk susu. Kementerian LNV Belanda mempertimbangkan memasukkan emisi metana per kilogram susu dalam kriteria peternakan berkelanjutan.

Dengan kesepakatan yang baru ditandatangani di Brussels ini, industri gas fosil, minyak, dan batu bara akan dipaksa untuk mengukur, memantau, dan melaporkan emisi metana mereka. Kesepakatan ini masih harus disetujui secara resmi oleh Parlemen Eropa dan negara-negara Uni Eropa, namun biasanya hanya formalitas semata. Paket ini merupakan salah satu langkah yang akan diajukan oleh Komisaris Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra di Dubai.

Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain sebelumnya telah berjanji untuk mengurangi total emisi metana secara global sebesar 30% pada tahun 2030. Menurut Komisi, penyedia energi harus mendeteksi dan memperbaiki kebocoran metana pada jaringan pipa mereka. Mereka juga harus berhenti melakukan pelepasan dan pembakaran gas pipa secara rutin mulai tahun 2027.

Peraturan metana Uni Eropa untuk sektor energi ini merupakan bagian dari European Green Deal yang bertujuan menetapkan target iklim dan keanekaragaman hayati paling ambisius di dunia. Karena Uni Eropa mengimpor sejumlah besar minyak, gas, dan batu bara, mulai tahun 2027 kontrak impor baru hanya dapat dibuat jika eksportir menerapkan kewajiban yang sama dengan produsen di Uni Eropa,” ujar Komisi tersebut.

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait