Proses seleksi Komisaris baru akan menjadi proses rumit, di mana Von der Leyen harus berusaha mencapai kesepakatan terkait pembagian portofolio komisariat. Kesepakatan ini tidak hanya mengenai individu yang ditunjuk, tapi juga pembagian portofolio spesifik dan perwakilan yang seimbang dari berbagai partai politik.
Meski Von der Leyen memegang tanggung jawab akhir, para perdana menteri negara-negara Uni Eropa sebelumnya memiliki pengaruh informal besar dalam pembagian portofolio ini. Pada akhirnya, Parlemen Eropa harus menyetujui Komisaris yang diajukan sekaligus pembagian tugas yang direncanakan.
Salah satu tantangan terbesar bagi Von der Leyen adalah usahanya untuk membentuk Komisi yang berimbang dalam hal gender. Pada 2019, ia berhasil mewujudkan pembagian pria-wanita yang seimbang untuk pertama kalinya dalam Komisi, namun kini hal itu tampak jauh lebih sulit. Meskipun negara-negara anggota diminta untuk mengajukan kandidat pria dan wanita, sebagian besar negara hanya mengajukan satu kandidat pria. Hal ini berisiko mengganggu keseimbangan gender.

