IEDE NEWS

Hongaria tetap memblokir pinjaman UE untuk Ukraina di puncak UE

Iede de VriesIede de Vries
Selama pertemuan puncak UE yang berlangsung selama 12 jam, para pemimpin negara UE belum berhasil merumuskan strategi terkait konflik di Ukraina dan Timur Tengah, terutama karena Hongaria terus menolak pinjaman UE kepada Ukraina.
Orbán memblokir pinjaman UE untuk Ukraina selama pertemuan puncak yang tegang.

Meski situasinya mendesak, para pemimpin Eropa pada Kamis terjebak dalam perselisihan internal dan ketidakmampuan untuk mengambil keputusan konkret. Diskusi akan dilanjutkan pada hari Jumat.

Ketegangan paling terlihat dalam pembicaraan dengan Viktor Orbán dari Hongaria, yang memblokir persetujuan pinjaman sebesar 90 miliar euro kepada Ukraina. Pemblokiran ini menarik perhatian para pemimpin Eropa lainnya, yang mengungkapkan frustrasi mereka namun gagal meyakinkan Orbán terhadap posisi mereka.

Tidak dapat diterima

"Perilaku Orbán tidak dapat diterima," kata beberapa pemimpin UE lainnya mengenai pemblokiran tersebut, yang menghambat pemberian bantuan darurat kepada Ukraina yang tengah berada di bawah tekanan Rusia. Tekanan terhadap Orbán meningkat, namun ia tetap bersikeras pada persyaratannya. Ia ingin Ukraina terlebih dahulu memperbaiki pipa minyak Druzhba yang rusak akibat serangan Rusia sehingga negaranya dapat menerima minyak Rusia kembali.

Promotion

Presiden Prancis Macron dan pemimpin lainnya menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap situasi tersebut, namun pembicaraan tidak membuahkan lebih dari kompromi samar dan pengulangan posisi sebelumnya. Orbán meminta UE memulihkan impor minyak dari Rusia sebelum menyetujui dukungan finansial untuk Ukraina. 

Penundaan

Bulan depan akan diadakan pemilu di Hongaria. Tampaknya partai Fidesz milik Orbán akan kalah, dan negara itu akan mendapatkan pemerintahan yang lebih berpihak pada Eropa. Oleh karena itu, Brussel harus menunda pembayaran kepada Kyiv hingga akhir April.

Selain itu, para pemimpin UE telah membahas krisis politik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap Eropa. Dampak perang di Iran memaksa para pemimpin untuk mempertimbangkan strategi keamanan mereka, sementara dalam UE terdapat sedikit kesiapan untuk melakukan intervensi militer.

Ursula von der Leyen, ketua Komisi Eropa, menyebut situasi global ini mengkhawatirkan, namun para pemimpin UE tetap menyerukan ‘de-eskalasi’.

Promotion

Artikel ini ditulis dan diterbitkan oleh Iede de Vries. Terjemahan dihasilkan secara otomatis dari versi bahasa Belanda asli.

Artikel terkait

Promotion