Singapura menjadi negara pertama di dunia yang memberikan izin untuk mengizinkan daging hasil kultur masuk ke dalam rantai pasok makanan. Perusahaan Amerika Eat Just (San Francisco) telah mendapatkan lampu hijau dari Singapore Food Agency untuk memasarkan daging ayam yang dibudidayakan di laboratorium.
Ini merupakan kali pertama di dunia sebuah produk daging hasil kultur diizinkan untuk dijual secara komersial. Singapore Food Agency (SFA) pada hari Rabu menerbitkan pedoman untuk menjamin keamanan invensi makanan tersebut.
Daging hasil kultur ini awalnya akan dijual dalam bentuk nugget ayam di restoran, dan kemudian juga akan tersedia di supermarket, demikian laporan dari Jaringan Pertanian Kedutaan Besar Belanda di Singapura.
Daging hasil kultur adalah daging yang dikembangkan di laboratorium menggunakan sel hewan. Eat Just, yang berasal dari San Francisco, sudah dikenal dengan produk pengganti telur berbasis nabatinya.
Daging ayam hasil kultur di Singapura dibuat di Food Innovation and Resource Centre, sebuah lembaga penelitian makanan yang dikelola bersama oleh Singapore Polytechnic dan Enterprise Singapore.
Singapura sangat bergantung pada impor untuk lebih dari 90 persen kebutuhan panganannya. Karena pandemi global corona, negara ini memutuskan pada 2030 akan memproduksi 30 persen kebutuhan pangannya sendiri. Ini juga salah satu alasan mengapa Eat Just memilih Singapura sebagai lokasi pertama peluncuran produk tersebut.

