Untuk pertama kalinya, ekspor pangan Denmark melewati batas 200 miliar Kroner Denmark (27,2 miliar euro). Pada 2024, ekspor yang termasuk makanan, pakan ternak, benih, dan mesin pertanian menunjukkan kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan 2021. Organisasi payung Landbrug & Fødevarer menyebut ini sebagai tonggak penting yang menyoroti ketangguhan sektor tersebut.
Kenaikan ekspor terutama disebabkan oleh meningkatnya ekspor pertanian, khususnya produk susu dan keju. Ekspor produk susu Denmark mencapai nilai rekor 3,75 miliar euro pada 2024, naik 5 persen Pertumbuhan ini terutama disumbangkan oleh ekspor keju dan susu konsumsi.
Meski produksi susu mentah hanya naik tipis 0,1 persen menjadi 5.690 juta kilogram, ekspor keju dan produk susu konsumsi meningkat jauh lebih banyak. Sementara itu, ekspor mentega, minyak mentega, dan susu kaleng menurun. Perubahan ini menggambarkan perubahan permintaan internasional, dimana keju dan produk susu segar semakin populer, sedangkan minat pada produk seperti mentega dan susu kaleng menurun.
Jerman tetap menjadi pasar ekspor terbesar bagi Denmark, meskipun turun 3,6 persen menjadi 4,33 miliar euro. Sebaliknya, ekspor ke Swedia naik 1,5 persen, ke Norwegia naik 13,5 persen dan ke Inggris naik 3,8 persen. Produk berbasis bio seperti pakan ternak, benih, dan enzim menunjukkan pertumbuhan 4,8 persen menjadi 4,96 miliar euro. Agroteknologi tumbuh 1,4 persen menjadi 2,07 miliar euro.
Peternakan babi Denmark telah mengalami ekspansi besar dalam beberapa tahun terakhir. Perluasan ini meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat posisi Denmark di pasar internasional produk daging babi.
Pertumbuhan terus-menerus dalam ekspor pangan Denmark menegaskan permintaan internasional yang kuat terhadap produk pangan Denmark dan kemampuan perusahaan pangan Denmark untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah. Prestasi ini menegaskan pentingnya sektor pangan bagi ekonomi Denmark serta peran inovasi dan adaptasi dalam mempertahankan posisi ekspor yang kuat.

