Di ibu kota Mesir, Kairo, sudah lebih dari dua minggu hampir setiap hari diadakan demonstrasi di kedutaan Belanda. Karena itu kedutaan sudah beberapa waktu ditutup untuk umum.
Para pengunjuk rasa menuntut pembebasan warga Mesir Ahmed Nasser, yang ditangkap di Belanda pada 11 Oktober. Karena protes dan kekhawatiran atas keamanan, Belanda sejak minggu lalu menutup kedutaan untuk umum.
Kedutaan
Pemerintah Mesir membantah adanya masalah keamanan di gedung kedutaan. Menurut Kairo, tidak ada hambatan bagi fungsi kedutaan Belanda. Mesir juga menuntut agar Belanda menjamin keamanan gedung diplomatik Mesir di Den Haag.
Pemicu konflik ini adalah aksi protes yang dilakukan aktivis Mesir-Belanda Anas Habib. Ia mengunci pagar kedutaan Mesir di Den Haag dengan rantai dan gembok sebagai protes terhadap kebijakan Mesir terkait perbatasan Gaza (yakni tidak mengizinkan konvoi makanan masuk). Aksi ini diikuti oleh kantor kedutaan Mesir di negara lain.
Tuduhan
Nasser yang ditangkap di Belanda, yang digambarkan sebagai pendukung pemerintah Mesir, kemudian ditahan atas dugaan mengancam pengunjuk rasa Habib. Polisi Belanda mengumumkan pada hari Kamis tuduhan tambahan terhadap “seorang pria Mesir berusia 34 tahun” yang sudah ditahan, namun sesuai aturan privasi Belanda, nama tidak disebutkan. Oleh karena itu secara resmi belum pasti bahwa orang tersebut adalah Nasser.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty meminta rekan Belandanya Tom Berendsen untuk membebaskan Nasser dan memberikan penjelasan terkait penangkapannya. Kedua menteri telah berbicara lewat telepon mengenai masalah ini dan menekankan bahwa mereka ingin melanjutkan hubungan baik antara kedua negara.
ASML
Ketegangan juga muncul terkait kasus terpisah Omar Elshal, seorang pegawai berusia 34 tahun dari perusahaan chip ASML di Eindhoven. Dia sudah dipenjara lebih dari setahun di Mesir. Belanda berupaya melalui jalur diplomatik agar dia mendapatkan perawatan medis dan proses hukum yang adil.
Penangkapan Nasser berpotensi mempersulit pembicaraan mengenai Elshal. Tekanan politik untuk membantu Elshal juga meningkat di Belanda. Lebih dari seribu pegawai ASML menandatangani petisi dan Dewan Perwakilan mendorong tindakan diplomatik di tingkat tertinggi. Untuk sementara waktu, kedutaan Belanda di Kairo tetap ditutup bagi pengunjung.