Rusia diperbolehkan menggunakan kapal pemasang pipa mereka sendiri, Akademik Cherskiy, untuk memasang 160 kilometer terakhir pipa gas Nord Stream di Laut Baltik.
Agensi lingkungan Denmark pada hari Senin memberikan lampu hijau bagi kapal sebesar itu untuk menggunakan jangkar saat bekerja, karena tidak ada amunisi kimia tua dari Perang Dunia II yang tersisa di wilayah laut tersebut.
Sanksi ekonomi Amerika Serikat yang berat sebelumnya memaksa perusahaan pemasang pipa Swiss, Allseas, menghentikan proyek di jalur Rusia sehingga kapal pemasang pipa besar yang tersedia saat itu harus mundur.
Perusahaan lepas pantai Belanda-Swiss Allseas yang dipimpin Edward Heerema menarik kapal pemasang pipa terbesar di dunia, Pioneering Spirit, dari proyek pada akhir Desember. Saat itu sebagian besar dari pipa ganda sepanjang 1224 kilometer sudah terpasang. Selanjutnya, Rusia mengerahkan kapal pemasang pipa mereka sendiri dari wilayah pesisir Asia di Kamchatka yang mengarungi perjalanan jauh ke Eropa untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Dalam beberapa pekan, Kongres Amerika Serikat dapat mengesahkan undang-undang sanksi baru terhadap puluhan perusahaan Eropa yang masih terlibat dalam pemasangan pipa gas antara Rusia dan Jerman. Termasuk di antaranya Shell dan perusahaan offshore besar Belanda, Boskalis dan Van Oord.
Amerika Serikat melakukan segala cara untuk mencegah selesainya pipa gas Nord Stream 2 karena dianggap akan membuat Eropa terlalu bergantung pada gas Rusia. Rusia menuduh AS ingin melindungi ekspor gas mereka sendiri. Terbukti akhir tahun lalu, AS tidak hanya mengancam, melainkan memberlakukan sanksi pertama yang langsung menghentikan proyek tersebut.
Kepala pemasok gas Rusia, Gazprom, Alexei Miller, mengatakan pipa itu akan tetap diselesaikan. Pada Januari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pekerjaan akan selesai paling lambat akhir tahun ini atau kuartal pertama 2021 dan pipa gas akan mulai beroperasi.

